Masyarakat Bener Meriah Keluhkan Sulit Dapat Pupuk Subsidi

Petani membawa pupuk untuk kebutuhan tanaman padi di Aceh Besar, Aceh, Minggu (21/2/2021). Kementerian Pertanian menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 8,9 juta ton pada 2020 menjadi 9 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair pada 2021 sebagai upaya memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi yang mencapai 23.4 juta ton berdasarkan usulan sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompuk (e-RDKK). ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/foc.

KBRN, Redelong: Kalangan petani di Kabupaten Bener Meriah yang tidak tergabung dalam kelompok tani mengaku tidak dapat memperoleh pupuk bersubsidi dari Pemerintah.

Petani di Bener Meriah yang enggan disebutkan nama kepada RRI mengaku dirinya membutuhkan pupuk, akan tetapi tidak mendapatkan karena tidak terdaftar sebagai anggota kelompok tani.

"Saya butuh pupuk Phonska sebanyak 5 sak, tapi tidak ada kelompok tani, gimana ini solusinya, masyarakat yang membutuhkan pupuk subsidi harus ada kelompok tani, jika tidak ada maka kita tidak bisa mendapatkan pupuk Phonska subsidi," ungkapnya, Jumat (26/2/2021).

Masyarakat yang tidak tergabung dalam kelompok tani berharap pemerintah juga memperhatikannya, agar mendapatkan pupuk bersubsidi.

"Kelompok tani disetiap Kecamatan bisa dihitung berapa kelompok dan berbanding terbalik dengan jumlah masyarakatnya," sebutnya lagi.

Diakui dirinya, bahwa pupuk bersubsidi di Bener Meriah dan Aceh Tengah saat ini mengalami kenaikan harga dari sebelumnya hanya Rp105ribu/50kilogram (Kg), kini menjadi Rp140ribu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00