Moratorium, Harga Getah Pinus Malah Anjlok di Aceh Tengah

Foto Kompas

KBRN, Takengon: Instruksi Gubernur Aceh Nomor 3 Tahun 2020 Tertanggal 20 Maret Tentang Moratorium Penjualan Getah Pinus Keluar Wilayah Aceh menuai kritikan dari masyarakat yang bergerak pada sector tersebut.

Awalnya Ingub tersebut dinilai menguntungkan masyarakat dengan angan-angan harga menjadi mahal dibandingkan penjualan ke Sumatera Utara, justru yang terjadi sebaliknya.

Petani getah pinus Aceh Tengah Rio kepada RRI mengaku memang sudah ada pabrik pengolahan getah pinus yang berdiri di wilayah tengah Aceh seperti di Kecamatan Linge, Aceh Tengah dan Kabupaten Gayo Lues.

 “Sebenarnya untuk Ingub ini seharusnya baik untuk masyarakat, secara ekonomi terbantu dan secara harga juga lebih baik dari sebelumnya. Cuman kesannya setelah ada pabrik mitra THL diarahkan ke pabrik, jadi ketakutannya kayak VOC milenial, kita diarahkan dan mereka mengatur harga, jadi kan kesannya kayak monopoli harga, karena ketentuan mereka buat, mau berapa mereka beli kita mau tidak mau harus ke situ,” ungkapnya, di release Kamis (25/2/2021).

Dirinya berharap getah pinus kedepannya dapat dijual bebas, baik di pabrik yang ada di Isaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah maupun ke Kabupaten Gayo Lues atau bahkan keluar Aceh.

“Keinginannya getah itu boleh kemanapun, tapi pajak tetap kita bayarkan ke THL, jadi kewajiban kita sebagai mitra tetap kita penuhi, pajak kita bayar, tapi syaratnya getah itu mau ke Isaq, atau Blangkejeren atau kemana itu saingan harga, kecuali pabrik harga lebih bagus daripada di Medan, kalau kek gitu ngapain bayak yang complain, otomatis malah senang,” jelasnya.

Rio meminta Pemerntah Aceh untuk meninjau kembali Instruksi Gubernur Aceh Nomor 3 Tahun 2020 Tertanggal 20 Maret Tentang Moratorium Penjualan Getah Pinus Keluar Wilayah Aceh.

“Kalau dasar ingin mensejahterakan, ya coba dikaji ulang, tepat sasaran enggak. Kalau enggak tepat sasaran ya coba dibenahi. Saya memang menduga awalnya bagus, cuman kenyataan enggak sesuai,” demikian Rio.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00