Oknum Aparatur Kampung di Aceh Tengah Diduga Pakai Ijazah Palsu

KBRN, Takengon : Camat Pegasing, Aceh Tengah, Sukirman, minta aparatur desa di dalam kecamatan itu untuk mengumpul ijazah mulai dari tingkat SD s/d SMA. Batas akhir pengumpulan ijazah itu diberikan sampai dengan 30 Januari 2021.

Camat Sukirman mengaku, sebelumnya pihak kecamatan Pegasing juga telah melayangkan instruksi kepada 31 kampung di kecamatan itu untuk mengumpulkan semua ijazah. Batas waktu yang diberikan sebelumnya satu minggu, namun katanya, pasca instruksi bupati terbit soal antisipasi penggunaan ijazah palsu, pihak kecamatan memperpanjang batas pengumpulan hingga 30 Januari.

Camat Sukirman menyebut, setelah ijazah itu terkumpul, selanjutnya akan diverifikasi. Bagi mereka yang terbukti menggunakan ijazah palsu, diperintah mundur dari jabatan.

“Tidak langsung diproses secara hukum, ini bentuk prefentif lah kami kira,” katanya kepada rri, Rabu (20/1).

Camat Sukirman mengatakan, aparatur desa yang dimaksud seperti Reje, RGM, Imam dan Petue.

Dikatakan Sukirman, syarat untuk menjadi aparatur kampung minimal memiliki ijazah tingkat SMP sederajat sesuai Qanun Aceh 4/2011 tentang Pemerintahan Kampung.

Dugaan ijazah palsu yang dipakai oknum aparatur desa di Aceh Tengah mencuat setelah aktivis di daerah itu merilis ke media. Dalam rilis itu bahkan Ia menyebut, ijazah palsu itu diduga diterbitkan Dinas Pendidikan Bener Meriah, Aceh.

Sementara Kadis Pendidikan Bener Meriah dalam keterangan persnya telah menyerahkan persoalan itu ke pihak berwajib untuk diproses.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00