Harga Tak Kunjung Naik, Petani Kopi Alih Tanam Kol, Cabai dan Kentang

KBRN, Redelong: Anjloknya harga kopi di Dataran Tinggi Gayo Provinsi Aceh membuat sebagian petani kopi membuat keputusan untuk menanam komoditi lainnya dengan memanfaatkan lahan yang ada.

Salah satu petani kopi di Kabupaten Bener Meriah Sulaiman atau lebih akrab disapa Aman Ginta Selasa (19/1/2021) menuturkan dirinya juga saat ini tengah menanam tanaman lain seperti kol, cabai dan kentang.

 “Harga kopi sekarang memang turun kali, jadi kami petani sebagian banyak mengalihkan tanaman ke yang lain, sebagian pohon kopinya ditebang tapi diganti dengan kopi yang baru,” jelasnya.

Hal itu sebutnya sebenarnya telah biasa dilakukan oleh para petani di Daerah tersebut hanya saja kali ini ditanam dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Ia berharap Pemerintah tidak tinggal diam untuk kembali menstabilkan harga kopi Gayo yang dikenal memiliki cita rasa khas terbaik di dunia serta sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

“Pemerintah kan pernah ucapkan visi misi maju bersama petani, jadi sekarang kita berharap Pemerintah peduli dan mampu cari solusi terkait harga kopi, bukan hanya Pemda menurut saya tapi Pemerintah Pusat juga, karena kopi ini kan termasuk penghasilan negara,” harapnya.

Terbilang kecewa, namun Aman Ginta turut cemas jika akhirnya kopi dari wilayah tengah Aceh itu tidak lagi diproduksi dengan jumlah besar kedepannya akibat harga yang terlalu murah membuat para petani lebih memilih beralih tanam ke komoditi lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00