Terjaring Razia Prokes, Tiga Usaha di Takengon Ditutup Sementara

KBRN, Takengon : Satpol PP WH dan Linmas Aceh Tengah dibantu TNI/Polri terus melakukan razia Protokol Kesehatan (Prokes) di sejumlah titik keramaian di Aceh Tengah. Bagi pelanggar Prokes mulai diberlakukan sanksi administratif berupa denda Rp100 ribu bagi pemilik usaha atau tutup selama dua kali 24 jam. Sementara bagi pelanggar Prokes bagi perorangan dikenakan denda Rp 50 ribu atau melakukan bakti sosial.

Selasa (27/10), Kasat POL PP WH dan Linmas Aceh Tengah Syahrial Afri melaporkan, ada 12 pelanggar Prokes yang terjaring, sembilan bersedia membayar denda dan tiganya memilih menutup usaha sementara.

Penerapan saksi itu kata Syahrial, sesuai peraturan Bupati Aceh Tengah Nomor 52 tahun 2020 tentang Peningkatan Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Denda dari sanksi administratif itu katanya, disetor ke kas daerah melalui bank. Pada Senin kemarin kata Syahrial, petugas juga telah menyetor denda itu sejumlah Rp1 juta hasil penertiban pekan lalu.

“Prinsipnya kita terus memperketat pengawasan,” kata Syahrial.

Dikatakan, objek pemeriksaan petugas dalam penertiban itu meliputi pemakaian masker, menyediakan tempat cuci tangan dan memberlakukan jaga jarak.

Syahrial juga terus menghimbau agar masyarakat di Aceh Tengah untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan yang berlaku demi mempercepat memutus matarantai penyebaran Covid.

Dirilis Satgas Penanganan Corona untuk Aceh Tengah, jumlah kasus terkonfirmasi positif di daerah itu 152 orang; 16 di rawat, 131 sembuh dan lima dinyatakan meninggal dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00