Kankemenag: Peluncuran Tujuh Inovasi Mahkamah Syar’iyah Takengon Jawab Kebutuhan Masyarakat

KBRN, Takengon: Mahkamah Syar’iyah Takengon meluncurkan tujuh inovasi untuk pelayanan masyarakat maupun pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Tujuh terobosan baru itu adalah aplikasi Konseling (bantuan bimbingan psikologi yang diberikan kepada para pihak yang berpekara), Learning Center (model pembelajaran untuk pengembangan SDM) , Si Win (mendapatkan informasi mulai pendaftaran perkara dan terbit akte cerai), Antis (antrian sidang untuk menghindari penumpukan masyarakat dalam pelaksanaan persidangan), Buku Tamu (memudahkan berinteraksi antara tamu dan personal yang ditemui di Mahkamah Syar’iyah), aplikasi Surat (memudahkan pengelolaan tata persuratan) dan Aplikasi SIPA (Sistem informasi penelusuran akta cerai).

Baca: Mahkamah Sya’iyah Takengon Jalin Kerjasama Dinas KB dan Kementerian Agama

Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah Saidi Bentara menyambut baik gagasan Mahkamah Syar’iyah Takengon. Ungkapnya, apa yang dilakukan itu sebagai bentuk reformasi birokrasi yang tengah gencar dilakukan Pemerintah.

“Orientasi tentu seluruh masyarakat. Ini merupakan inovasi dan juga berdasar reformasi dan birokrasi. Ini kan kaitannya pelayanan yang bersih, lalu kemudian melayani, kemudian responsive. Apa kebutuhan masyarakat itulah yang disahuti Mahkamah Syar’iyah Takengon saat ini,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah, Saidi Bentara, Jumat (23/10/2020).

Sekretaris Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jahidin apresiasi inovasi Mahkamah Syar’iyah Takengon, yang juga memuat aplikasi konseling.

“Konseling ini memang sangat erat kaitannya dengan tugas kita di Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, khususnya tentang ketahanan keluarga. Kita kan memberikan konseling bagi keluarga yang terlanjur bermasalah yang akhir tujuannya adalah masalah ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” sebutnya.

Sebelumnya Ketua Mahkamah Syar’iyah Takengon Zulkarnain Lubis berharap inovasi tersebut kedepannya menjadi ikon atau jargon di Mahkamah Syar’iyah Takengon.

“Mudah-mudahan ini yang pertama di Indonesia. Kawan-kawan MS lain sibuk dengan aplikasi yang bersifat teknis. Kami yang kemanusiaan aja. Jadi membetulkan jiwa manusia yang di pukul oleh suaminya, anak-anak yang pelecehan seksual, ya macam-macam ya,” demikian Zulkarnain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00