Karena Covid, Aktivis Minta Wisuda Tatap Muka IAIN Takengon Ditunda

KBRN, Takengon : Salah seorang aktivis di Aceh Tengah Badri meminta agar pelaksanaan wisuda di kampus IAIN Takengon secara tatap muka pada Sabtu (26/9) di tunda. Permintaan itu disampaikan seiring dengan trend lonjakan kasus konfirmasi positif corona di Aceh Tengah.

Badri khawatir dennna pelaksanaan wisuda secara tatap muka itu akan terjadi klaster baru penularan covid di Aceh Tengah. Terlebih katanya, peserta wisuda juga mereka yang berasal dari luar Aceh Tengah seperti Gayo Lues dan Bener Meriah.

Badri juga meragukan penerapan protokol kesehatan saat pelaksanan wisuda. Terlebih katanya, kendati sudah dilarang panitia, namun tidak menutup kemungkinan acara wisuda itu juga akan dihadiri oleh orang tua atau keluarga peserta wisuda.

“Ini untuk kebaikan kita bersama, bukan untuk kampus IAIN,” katanya kepada rri, Kamis (24/9)

Guna mencegah adanya klaster baru penularan covid kata Badir, Ia juga meminta agar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona untuk Aceh Tengah menarik kemali surat rekomendasi yang telah diterbitkan kepada IAIN Takengon dalam rangka pelaksanaan wisuda tatap muka.

Wakil I IAIN Takengon DR.Almusanna mengaku, pelaksanaan wisuda secara tatap muka merupakan permintaan dari ratusan mahasiswa dan para pihak. Atas desakan itu katanya, pihak kampus mengajukan permohonan kepada gugus tugas dan telah direkomendasi pada 17 September 2020.

Pelaksanaannya kata Almusanna, tentu dengan penerpaan protokol kesehatan yang ketat. Orang tua peserta wisuda juga tidak diperkenan hadir. Peserta dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan wisuda diwajibkan pakai masker dan jaga jarak.

“Kita justru ada wacana wisuda secaa Daring, tapi sekali lagi, ini desakan dan sudah kita pertibangkan semua,” katanya.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan corona untuk Aceh Tengah dr. Yunasri pada Rabu kemarin merilis, terdapat 49 orang di Aceh Tengahpositif Corona, 24 dirawat, 22 sembuh dan tiga dinyatakan meninggal dunia. Selain iut, juga terdapat 126 orang suspek dan 10 orag dinyatakan probable.

Teks Foto : Badri saat melakukan aksi di gedung DPRK Aceh Tengah sebelum covid. @Ist

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00