ALA Untuk Kehidupan Lebih Baik

Oleh : Ivan Tamy (Putra Mantan Bupati Aceh Tengah Alm Mustafa A Tamy)

 Awal tahun 2000-an Aceh bagian tengah (Aceh Tengah dan Aceh Tenggara) cukup tertinggal dibanding daerah-daerah lain di Aceh. Luas wilayah dengan infrastruktur terbatas cukup menyulitkan pemerintah memberikan pelayanan, bahkan pelayanan dasar. Kawasan tersebut seakan terisolir dari dunia luar.

Alokasi anggaran untuk wilayah itu pun cukup terbatas, salah satu alasannya perbandingan jumlah penduduk antara Aceh Pedalaman dengan Aceh Pesisir yang cukup senjang. Kesenjangan terjadi hampir disetiap sektor mulai pendidikan, kesehatan, sarana dan prasarana dasarserta lain sebagainya. Saat ini masih cukup banyak jembatan dari seutas kabel yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya.

Terbatasnya infrastruktur menjadi hambatan dalam pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi, menyadari hal ini Mustafa M,. Tamy Bupati Aceh Tengah ke-15 menyusun sejumlah langkah dan strategi yang diberi nama 13 Langkah Terobosan untuk menembus keterisoliran. 

Tidak cukup sampai disitu, sekitar Juli tahun 2001 ungkapnya sejumlah elemen masyarakat dari seluruh Kabupaten meminta pemekaran provinsi. Sebagai Bupati, (alm) H. Mustafa M. Tamy dapat merasakan keresahan masyarakat melihat ketimpangan pembangunan.

Berdasarkan permintaan masyarakat, bupati Aceh Tengah pada masa itu bergerak cepat, pertemuan dengan Bupati Aceh Tenggara, H. Syahbuddin, BP dan Bupati Aceh Singkil, Makmur Syahputra digelar di Jakarta. Hasilnya, mereka bertiga sepakat menemui menkopolhutkam dan Mendagri. PR yang harus dituntaskan adalah dengan melakukan pemekaran wilayah, setidaknya menjadi 5 Kabupaten.

Selanjutnya proses pemekaran kabupaten Gayo Lues sudah lebih dahulu jalan, tinggal finishing. Meski pemekaran Kabupaten Bener Meriah juga sudah dilakukan sebelum itu, namun proses percepatan baru ditempuh pada tahun 2001. Untuk percepatan Bupati Aceh Tengah menunjuk Rahmat Salam, 2 tahun kemudian di penghujung 2003 pemekaran Bener Meriah tuntas. Sedang Gayo Lues 2002 selesai.

Lima Kabupaten dan satu Kotamadya sudah lebih layak untuk sebuah provinsi, gangguan dan hambatan datang dari eksternal dan internal. Pucuk pimpinan Aceh Tenggara berganti. Langkah pemekaran provinsi sempat jeda sejenak.

Hampir 20 tahun lamanya setelah disuarakan, gaung pemekaran kembali terdengar. Selam itu juga masyarakat bersabar dengan insfrastruktur seadanya. Rentang kendali kepemerintahan juga terlihat masih cukup jauh. Kesulitan masyarakat Samar Kilang, Jamat, dan berbagai daerah pendalaman lain masih belum mampu dituntaskan.

Apa yang dirasakan oleh Bupati Aceh Tengah masa itu, H. Mustafa M. Tamy masih terus berlangsung hingga saat ini. Pandangan jauh kedepan dari seorang H. Mustafa M. Tamy menembus ruang dan waktu, saatnya untuk  meneruskan cita-cita beliau melepas keterisoliran negeri ini dengan mendirikan provinsi baru ALA.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00