Bupati Bener Meriah Minta Perangkat Radio Rimba Raya Dikembalikan

KBRN, Redelong: Bupati Bener Meriah Sarkawi meminta perangkat Radio Rimba Raya yang saat ini disimpan di meseum Angkatan Darat di Yogyakarta dikembalikan di Kabupaten Bener Meriah, tempat asal menyuarakan Indonesia masih ada.

Hal itu dinilai penting karena untuk mengenang sejarah keberadaan dan perjuangan Radio Rimba Raya pada saat agresi II Belanda pada tahun 1948.

Di mana Radio Rimba Raya membantah klaim Belanda yang menyatakan Indonesia sudah tidak ada. Kemudian suara Radio Rimba Raya, menolak klaim Belanda tersebut, dan meneriakkan bahwa Indonesia masih ada.

“Kita berharap kepada Angkatan Darat mungkin ada beberapa barang penting yang tersimpan di museum Angkatan Darat di Yogyakarta bisa dikembalikan ke tempat ini, karena sangat penting untuk mengenang sejarah keberadaan dan perjuangannya,” kata Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi, di release, Sabtu (12/9/2020).

Sarkawi mengakui, bahwa tugu tugu Radio Perjuangan Rimba Raya yang telah dibangun sejak tahun 1987 tersebut perlu dilakukan revitalisasi, ditambah dan di fungsikan kembali dengan pertimbangan sejarah.

“Perlu direvitalisasi, ditambah dan difungsikan kembali karena ini asset yang penting bagi negara ini,” timpalnya lagi.

Monumen atau tugu Radio Rimba Raya dibangun untuk mengenang sejarah Radio Rimba Raya yang berperan sangat besar dalam mempertahankan Indonesia dari agresi Belanda.

Tugu Radio Perjuangan Rimba Raya saat ini terletak di desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Tugu dibangun dilahan seluas kurang lebih 2 hektar dan diresmikan oleh Menteri Koperasi/Kepala Badan Urusan Logistik, Bustanil Arifin, tepatnya pada 27 Oktober 1987.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00