LMP Layangkan Surat Terbuka Untuk Bupati Aceh Tengah

KBRN, Takengon : Laskar Merah Putih (LMP) cabang Aceh Tengah layangkan surat terbuka untuk Bupati Aceh Tengah. Dalam surat itu LMP meminta agar pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Shabela tidak terjebak dalam melaksanakan kebijakan terkait mekanisme dan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan negara.

Salah satu objek yang dimaksud LMP adalah Pokok Pikiran (pokir) anggota DPR.

Hal ini disampaikan ketua LMP Alfata kepada awak media di kantor PWI Aceh Tengah, Selasa (14/7/2020). Permintaan ini kata Alfata, didasari dengan adanya aksi gerakan yang digaungkan oleh LMP tentang 'Gerakan Berani Jujur Hebat'. Surat terbuka itu juga dilayangkan kepada Kapolda dan Kejari Aceh serta pihak terkait di kabupaten.

Untuk mendukung gerakan berani jujur hebat kata Alfata, perlu komitmen bersama antara eksekutif, DPRK, Aparat Penegak  Hukum dan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). Ini penting disahuti secara baik oleh para pihak menurutnya, agar kejadian seperti di Garut Jawa Barat tidak terjadi di Aceh Tengah.

“Kita menginginkan agar semua kembali pada jalurnya,” katanya.

Surat terbuka itu juga dilayangkan Alfata atas dugaan ketidak sesuaian antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dengan sektor pembangunan. Padahal kata Alfata, usulan Pokir harus menyesuaikan dengan RPJM pemerintah. Sesuai Permendagri 86/2017 jelasnya, mekanisme penyusunan Pokir itu dimulai dari tingkat bawah; Musrenbang, sebagai dasar penyusunan tingkat kabupaten agar pembangunan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00