Buat Kegaduhan, Shabela-Firdaus Minta Maaf

KBRN, Takengon: Permintaan maaf terucap dari dua Pimpinan Daerah Aceh Tengah, Bupati dan wakilnya, Shabela Abubakar-Firdaus untuk masyarakat Aceh Tengah dan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat di Jakarta.

Bupati Shabela menyampaikan maaf karena telah mencoret nama baik tatanan Pemerintah yang ada di Indonesia.

Maaf tersebut, berkaitan dengan ketidakharmonisan Shabela-Firdaus sejak dua bulan terakhir dalam memimpin Pemerintahan.

“Permintaan maaf kami pada jajaran Pemerintah Pusat, Aceh Tengah telah mencoret tata pemerintahan yang ada di Indonesia. Sekali lagi kami mohon maaf, melalui Menteri Dalam Negeri meminta maaf kami kepada Presiden Republik Indonesia,” kata Shabela Abubakar didampingi Wakilnya Firdaus dan sejumlah Anggota DPRK, Sabtu (11/7/2020).

Kisruh Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah terjadi sejak 13 Mei 2020 lalu, berhasil di damaikan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah melalui Rapat Paripurna dengan agenda perdamaian Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah.

Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin Mega yang juga pimpinan rapat tersebut menyampaikan apresiasi atas suksesnya upaya perdamaian Shabela-Firdaus.

“Syukur Alhamdulillah, rapat paripurna istimewa DPRK Aceh Tengah dengan agenda prosesi perdamaian Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah telah selesai,” demikian Arwin Mega sembari melanjutkan menutup rapat secara resmi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00