Bupati Aceh Tengah Sakit, Damai Dengan Wakil di Kejati Batal

KBRN, Takengon : Rencana perdamaian Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan Wakilnya Firdaus di Aula Kejati Aceh, Senin (6/7) batal.

Kasipenkum Kajati Aceh Munawal mengatakan, pembatalan itu karena Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar absen lantaran sakit yang dibuktikan dengan surat dokter. Dalam upaya damai itu, hanya Wakil Bupati Firdaus yang hadir didampingi salah seorang tokoh dari Aceh Tengah. Upaya damai itu katanya, dimungkinkan dijadwal ulang.

Dikatakan Munawal, surat keterangan sakit itu diterima Kejati Minggu (5/7) malam. Surat keterangan sakit itu dikeluarkan ahli penyakit dalam, dr. Hardi Yanis, Sp. PD, yang juga sekaligus Direktur BLUD Datu Beru Takengon. Dalam surat itu, Bupati Shabela dianjurkan istirahat selama empat hari terhitung sejak 5 s/d 8 Juli 2020. Surat itu ditandatangani dr. Hardi Yanis pada 4 Juli 2020.

dr. Hardi Yanis dikonfirmasi rri membenarkan Bupati Shabela dalam keadaan kurang sehat berdasarkan hasil Ultrasonografi (USG). Ia juga mengaku bertanggung jawab atas surat keterangan sakit yang dikeluarkan kepada Bupati Shabela.

"Secara rinci penyakitnya gak bisa kita sebutkan, itu rahasia medis. Tapi surat itu bisa saya per-tanggungjawab-kan," katanya.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengaku diancam wakilnya pertengahan Mei lalu. Belakangan beredar rumor dipicu proyek. Dugaan ancaman itu juga telah diadukan Bupati Shabela ke polisi.

Upaya damai Bupati/Wakil sebelumnya telah dilakukan Plt Gubernur Aceh, namun belum membuahkan hasil. Sementara DPRK Aceh Tengah juga telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang juga bertujuan mendamaikan pimpinan tinggi daerah. Pansus itu saat ini sedang bekerja, namun Ketua DPR Aceh Tengah Arwin Mega dikonfirmasi rri mengaku belum mendapat laporan secara rinci dari hasil kerja tim Pansus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00