Imbas Pelayanan Buruk, GMNI Minta Bupati Copot Kepala Puskesmas Ketapang

KBRN, Takengon: Pelayanan Kesehatan di Ketapang, Kecamatan Linge, Aceh Tengah dilaporkan terganggu. Salah satu sebab ketidakharmonisan antara Kepala dan Staf di Puskesmas tersebut.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah Mulyadi meminta Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar tidak usah berfikir lama, dan segera mencopot Hadijatun sebagai Kepala Puskesmas Ketapang.

Tidak sampai disitu saja, GMNI juga meminta Bupati menegur Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah Jayusman.

“Meminta Bupati Aceh Tengah untuk mencopot Kepala Puskesmas dan menegur Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah. Karena banyak terjadi seperti ini, dulu di Celala juga terjadi seperti ini, ini merugikan masyarakat,” tegas Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah Mulyadi, Sabtu (4/7/2020).

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah Mulyadi mengaku mendapat laporan banyak terjadi ketidakbecusan Kepala Puskesmas Ketapang dalam memberi pelayanan pada masyarakat dan memimpin.

“Ada isu bahwa Kepala Puskesmas itu dictator, itu merupakan kesalahan juga bagi Dinas Kesehatan menempatkan sebagai Kepala Puskesmas di daerah itu, sehingga jadilah konflik antara Kepala Puskesmas dan perawat, bidan dan dokter yang kerja disana,” tambah Mulyadi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah Jayusman mengakui telah 3 kali melakukan mediasi konflik tersebut.

Jayusman memperkirakan konflik itu terus terjadi karena etika Kepala Puskesmas dalam memimpin.

“Saya rasa etika dalam memimpin, jadi berontak semua dia, itulah salah satunya yang saya lihat, karena sudah 3 kali mediasi, sejak tahun 2019,” demikian Jayusman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00