Capaian Akseptor Baru KB di Aceh Lampaui Target

KBRN, Takengon : Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) propinsi Aceh mencatat jumlah akseptor atau pengikut program Keluarga Berencana (KB) baru di propinsi tersebut melebihi target yang ditentukan pemerintah pusat yaitu 3.238 akseptor.

Namun demikian ungkapnya Aceh mampu mencapai 417 % dari target tersebut atau telah mencapai 13.502 akseptor baru. Secara nasional Aceh juga menduduki peringkat pertama persentase capaian akseptor yang dilaksanakan secara serentak pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh pada 29 Juni 2020.

Hasil itu juga kata Sahidal tidak terlepas dari upaya dan dukungan berbagai pihak, termasuk semua kabupaten/ kota di Aceh melebihi target yang telah ditentukan.

“Yang selama ini terkesan secara nasional bahwasanya Aceh itu susah untuk diajak masyarakatnya menggunakan alat kontrasespsi. Tentu ddengan hal ini semua itu terbantahkan. Dan inilah terbukti sudah bahwa Aceh itu orang yang militan dalam meningkatkan derajat hidup. Salahsatu upaya kita meningkatkan kesejahteraan itu ialah mengatur jarak kelahiran dengan memakai alat kontrasepsi.” ujarnya, Rabu (1/6/2020) di Takengon.

Ditambahkan, dalam momentum Harganas ke-27 pemerintah pusat ining mencetak rekor MURI dengan pemasangan sejuta akseptor baru. Target itu kemudian dibagi keseluruh pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten/kota. Sementara itu Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Aceh Tengah Alam Suhada menjelaskan akseptor KB adalah anggota masyarakat yang mengikuti gerakan KB dengan menggunakan berbagai jenis alat kontrasepsi untuk menunda, mencegah, menjarangkan maupun menghentikan atau mengahiri kehamilan.

“Kita di Aceh tengah diberikan target 227, tapi yang kita capai 493, artinya kita melebihi target.” Jelas Alam Suhada

Alam Suhada menambahkan, terkait peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Pada tahun ini mengalami perbedaan dibadingkan tahun sebelumnya karena dilaksanakan secara sederhana pada setiap kabupaten kota akibat pandemi Covid-19.

Padahal sebelumnya, Harganas ke-27 dijadwalkan berlangsung di Kota Padang, Propinsi Sumatera Barat dengan dengan dihadiri Presiden Joko Widodo dan peserta dari seluruh tanah air namun akhirnya terpaksa dibatalkan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00