Dilarang Beroperasi, Pelaku Usaha Kibor Mengeluh

KBRN, Takengon : Ikatan Kesenian Bersama Takengon (Ikebeta) melalui Plt Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Se-Indonesia (Apdesi) cabang Aceh Tengah, Misriadi, minta Reje (Kepala Desa-Red) di daerah itu agar mengizinkan pelaksanaan hiburan dengan kibor di acara hajatan warga. Permintaan itu disampaikan Koordinator Ikebeta Julimunte didampingi sejumlah pelaku usaha kibor kepada Plt Apdesi cabang Aceh Tengah, Misriadi di kantor Reje Hakim Bale Bujang, Senin (29/6).

Julimunte menyebut, keberadaan kibor di acara hajatan warga tidak mengundang keramaian. Kibor menurutnya, hanya menghibur keramaian.

Julimunte mengaku, pelaku usaha kibor di Aceh Tengah saat ini tidak dapat beroperasi setelah dilarang oleh pemerintah daerah. Akibatnya, pendapatan pelaku usaha kibor hilang. Kondisi ini katanya, semakin sulit setelah kebutuhan rumah tangga semakin mendesak.

Julimunte dan pelaku usahan kibor juga mengaku akan menyanggupi protokol kesehatan saat izin operasi kibor diberikan seperti pakai masker, jaga jarak dan mengurangi atensi. Ia menyebut, personil kibor maksimal tujuh orang.

“Yang ‘mungundang’ keramaian itu acaranya, bukan kibor,” katanya

Plt Apdesi cabang Aceh Tengah, Misriadi mengatakan, dalam waktu dekat Ia akan menjumpai Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar untuk menyampaikan aspirasi pelau usaha kibor. Misriadi berharap agar Bupati Aceh Tengah juga bersedia mencabut larangan kibor di acara hajatan warga. Misriadi mengaku, keluhan serupa juga datang dari masyarakat yang menginginkan hajatannya tersedia kibor dengan mematuhi protokol kesehatan.Kendati dilarang pemerintah, Misriadi tak menampik ada hajatan yang mulai menyediakan kibor.

“Dari situlah mereka bertaya-taya, kenapa disana bisa disini tidak,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00