Sepenggal Kisah Rohingya Hingga Terdampar di Aceh

Pos PAHAM Aceh Tengah dan Bener Meriah bersama pengsusi

KBRN, Aceh Utara: Exs gedung Imigrasi, Puenthet, Aceh Utara dihuni sementara pengungsi Rohingya.

Jumlah pengungsi  99 jiwa, laki-laki  dewasa 17 orang, perempuan  dewasa  49 orang, anak laki-laki 10, anak perempuan  22, bayi perempuan 1 orang.

Berangkat dari Bangladesh  pada akhir bulan Februari  dan sebagian pada awal bulan Maret.

Dalam perjalanan satu kapal terdiri dari 99 orang yang masih hidup dan 15 orang meninggal di kapal dan kemudian jenazahnya di buang ke laut.

Dalam masa perjalanan mereka di kapal makanan dan sanitasi yang tersedia sangat terbatas, sehingga banyak yang sakit.

Tujuan mereka adalah ke Malaysia, namun di perairan  mesin mereka mati dan kemudian kapal di bawa ombak / angin ke perairan Aceh Utara.  

Mereka ke Malaysia ingin mengadu nasib mencari pekerjaan karena tidak memungkinkan lagi tinggal di Rohingnya akibat tidak ada kepastian keamanan diri dan keluarga.

Hal ini di ungkapkan oleh Zaiburrahman, dari desa Maundu etnis Rohingnya,  usia 34 tahun. Rahman dia di panggil, pergi bersama seorang adik perempuannya yang berusia 20tahun. Sementara anak, istri dan orang tuanya tinggal di Bangladesh.

Keterangan ini juga di dapat dari Karim, 25 tahun etnis Rohingnya, yang berangkat sendiri tanpa ada keluarga yang ikut serta.

Diantara para pengungsi mereka berdualah (Rahman dan Karim) yang bisa berbahasa Melayu. 

Dan seorang gadis perempuan bisa berbahasa Inggris sedikit (namun kami tidak tahu namanya)

Karim menambahkan bahwa  mereka menyewa kapal tersebut dari seorang Bangladesh, dengan perjalanan yang di tempuh selama kurang lebih 4 Bulan 10 hari.

Pada kesempatan  pertama ini dari POS PAHAM  Aceh Tengah dan Bener Meriah menyampaikan bantuan yang diperoleh dari donatur berupa : perlengkapan pribadi perempuan dan anak-anak, sarung, sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, shampoo, makanan kecil utk anak-anak, susu, buah-buahan, kentang dan lain-lain. 

Direktur Pos PAHAM Aceh Tengah dan Bener Meriah Ni'mah Kurniasari menyebutkan kesemuanya ini diperoleh atas bantuan dari para donatur dari berbagai daerah, dan bahkan dari Luar negeri salah satunya UK (United Kingdom).

"Bantuan ini baru sebagian yang di salurkan, untuk selanjutnya masih akan ada pemberian bantuan kepada pengungsi Rohingnya  berdasarkan data kebutuhan yang mereka butuhkan," sebut Ni'mah Kurniasari.

Dari hasil pantauan Pos PAHAM, belum ada dapur umum yang disediakan oleh pemerintah  maupun NGO yang sudah hadir di  lokasi penampungan.

MCK darurat sudah ada. Namun menurut anggota PMI dapur umum akan segera di buat menunggu mobil dapur umum dari PMI pusat. 

Untuk sementara  pengungsi mendapatkan nasi bungkus yang banyak diberikan oleh masyarakat.  

Bantuan berupa sembako dan pakaian pantas pakai cukup banyak di posko pengungsian. 

Pengungsi juga ada kemungkinan akan di pindahkan ke tempat yang lebih luas dan besar supaya mereka  lebih nyaman.

Rel/ Pos PAHAM

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00