Korban Banjir Bandang Paya Tumpi Harap Bantuan Rumah

KBRN, Takengon : Korban banjir bandang Paya Tupi, Aceh Tengah berharap agar pemerintah segera membagun kembali rumah mereka. Salah seorang korban Min Rapika kepada rri Selasa (2/6) mengaku, pasca banjir bandang pertengahan Mei lalu, Ia tak lagi memiliki tempat tinggal. Rumah miliknya hancur dihantam material banjir bandang. Tak ada harta benda yang dapat diselamatkan kala itu. Namun beruntung Ia dan keluarga berhasil melarikan diri dan selamat.

“Baju pun kami tak ada lagi,” katanya.

Min Rapika mengaku, pasca rumahnya hancur, Ia bersama isteri dan dua anaknya tinggal dirumah kontrakan di Mongal, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Biaya sewa dibayar pemerintah daerah Rp 5 juta untuk satu tahun.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Aceh Tengah, Gusti Martarosa mengaku telah mengusulkan bantuan rumah kepada pemerintah aceh. Tim tekhnis dari dinas terkait katanya, juga telah terjun kelokasi untuk memferifikasi.

Menurut data sementara katanya, terdapat 14 rumah warga yang rusak; tujuh rusak berat, empat sedang dan tiga lainnya rusak ringan. Bagi mereka yang rumahnya rusak berat dan sedang, pemeritah daerah membantu biaya sewa rumah Rp 5 juta/Kepala Keluarga. 

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam kunjungannya beberapa waktu lalu ke Takengon mengaku akan melakukan penanggulangan pasca banji bandang Paya Tumpi secara terpadu. Kerusakan rumah dan kebun warga akan ditanggung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00