Pemda Data Kerugian Akibat Banjir Bandang Paya Tumpi

KBRN, Takengon : Pemerintah daerah Aceh Tengah mulai mendata kerugian pasca banjir bandang di Paya Tumpi kecamatan Kebayakan yang terjadi pada 13 Mei 2020.

Pendataan itu dilakukan bersama tim teknis dari sejumlah dinas. Data itu nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam upaya penanggulangan pasca banji bandang.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Aceh Tengah, Gusti Martarosa kepada rri mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan merilis total riil kerugian akibat banjir bandang.

Namun secara analisis awal, kerugian infrastruktur dan perumahan masyarakat diperkira mencapai Rp 6 s/d 7 Milyar. Kerugian itu belum termasuk harta benda masyarakat.

Dikatakan Gusti, menurut data sementara diketahui terdapat 14 rumah warga yang rusak; tujuh rusak berat, empat sedang dan tiga lainnya rusak ringan. Bagi mereka yang rumahnya rusak berat dan sedang, pemeritah daerah membantu biaya sewa rumah Rp 5 juta/Kepala Keluarga. 

Baca Korban Banjir Bandang Aceh Tengah Disewakan Rumah Selama Satu Tahun

"Semua pihak terlibat mendata," katanya.

Gusti mengaku, pemerintah daerah juga telah melaporkan data awal kerusakan rumah warga dan infrastruktur umum kepada pemerintah Aceh. Tim teknis katanya, juga telah meninjau langsung sekaligus mewawancarai korban.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam kunjungannya beberapa waktu lalu ke Takengon mengaku akan melakukan penanggulangan pasca banji bandang Paya Tumpi secara terpadu. Kerusakan rumah dan kebun warga dikatakan akan ditanggung.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00