Dokter Jiwa RSUD Muyang Kute: Sekolah Jangan Berlebihan Beri PR ke Pelajar

KBRN, Redelong: Sejak merebaknya penyebaran virus corona di Indonesia, aktivitas belajar mengajar menuju lembaga pendidikan diliburkan.

Sehingga, proses belajar mengajar lebih difokuskan di rumah. Menanggapi itu, dokter Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute Bener Meriah dr. Insan menilai hilangnya kebiasaan seorang anak atau pelajar juga salah satu penyebab stress.

“Selama ini bangun jam 6 misalnya terus siap-siap terus pigi sekolah, tapi sekarang itu terlewatkan. Itu juga salah satu stress anak,” kata dr. Insan, live by phone di RRI Takengon, Minggu (5/4/2020). Baca Orangtua Diminta Awasi Anak Selama Libur Sekolah

Maka dari itu, dokter Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute Bener Meriah dr. Insan menyarankan kepada sekolah untuk tidak menambah stress anak atau pelajar dengan memberikan tugas rumah yang berlebihan.

“PR yang diberikan sekolah secara online itu bisa dua sisi ya. Satu membiarkan anak kita tetap belajar di rumah. Satu lagi semakin keadaan stress karena dalam posisi tidak bisa keluar rumah tapi disuguhkan tugas-tugas. Itu ada satu hal yang perlu dipertimbangkan. Boleh kita beri (PR) tapi tidak berlebihan,” tambah dr. Insan.

Sementara orangtua juga diminta mengambil peran dan kesempatan ketika semua berkumpul di rumah.

Dokter Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute Bener Meriah itu meminta orangtua membuat aktivitas yang membangun daya piker anak.

“Anak usia 8 tahun kebawah itu lebih ke story telling, bercerita, nah anak disitu akan berfikir tentang cerita sesuatu hal yang kita ceritakan. Misal seekor bebek berenang di kali selama dua menit dengan jarak dua meter. Nah satu meter berapa centimeter (cm) nak, nah dibuat seperti itu,” demikian dr. Insan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00