Tak Punya Izin Edar, Hand Sanitizer Racikan Sendiri Dilarang Diperjualbelikan

KBRN,Takengon : Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh Tengah meminta masyarakat tidak memperjualbelikan hand sanitizer hasil racikan sendiri ditengah merebaknya kasus virus corona.

Kepala BPOM Aceh Tengah Sri Wardono mengakui, keberadaan hand sanitizer yang semakin langka dan mahal di pasaran membuat banyak masyarakat yang membuat cairan pembersih kuman untuk tangan tersebut.

Akan tetapi jelasnya, hand sanitizer merupakan produk farmasi sehingga dalam memproduksi maupun mengedarkannya harus memiliki izin edar, serta harus memenuhi persyaratan standar mutu dan keamanan.

Oleh karenanya sebut Sri Wardono, masyarakat tetap dapat memproduksi sendiri cairan itu dengan mengacu pada standar WHO namun hanya untuk digunakan sendiri atau dibagikan secara gratis dan bukan untuk diperjualbelikan.

“Kalau dia sudah memiliki izin edar, maka itu diperbolehkan, tapi kalau tidak ada, kita dianjurkan tidak menggunakannya, apalasi sampai menjual, karena kita tidak bisa memastikan kualitas, mutu, keamanaan maupun komposisi,” katanya, Senin (23/3/2020).

Hal senada diungkapkan Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Disperidakop dan UKM Aceh Tengah Sanusi, yang berharap sulitnya mendapatkan hand sanitizer agar tidak dimanfaatkan untuk memproduksi dan menjualnya tanpa melewati proses pengujian.

“Dalam kondisi darurat seperti ini, boleh-boleh saja itu dibuat, sejauh itu memenuhi persyarakatan dalam memproduksinya, tapi tidak untuk digunakan secara masal dengan diperjualbelikan, tanpa memenuhi persyaratan yang jelas.” sebutnya.

Sementara itu, dalam mengatasi kelangkaan hand sanitizer Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menganggandeng Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam  membuat cairan tersebut untuk nantinya dibagikan ke masyarakat.(FJ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00