Massa di Takengon Kembali Geruduk Dewan Suarakan Penolakan Tambang Emas

KBRN, Takengon : Massa di Takengon, Aceh Tengah kembali melakukan aksi tolak tambang emas di kecamatan Linge kabupaten setempat. Aksi massa itu berlangsung dihalaman Kantor DPR setempat, Kamis (5/12) pagi.

Ketua HMI Aceh Tengah Suyanto mengatakan, massa terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan perwakilan masyarakat dari Linge.

Suyanto menyebut, tuntutan dalam aksi kali ini sama halnya dengan demo sebelumnya, yakni menolak rencana tambang emas oleh PT Linge Mineral Research (LMR). Pemerintah juga didorong agar tidak menerbitkan suatu bentuk rekomendasi atau izin apapun untuk administrasi tambang.

Setelah berorasi sekitar 30 menit, massa aksi kemudian diterima beraudiensi di ruang utama paripurna DPR. Audiensi dipimpin Wakil I DPR Edi Kurniawan didampingi sejumlah anggota dewan. Sementara dari eksekutif hadir Kabag Ekonomi Marwandi Munte dan Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan Zikriadi. Hingga jeda siang, audiensi belum menui titik temu.

Penolakan terhadap rencana tambang oleh PT LMR berlandas pada kenyakinan para aktivis akan membawa dampak buruk bagi lingkungan.

Penolakan itu mencuat ke publik sejak 4 April 2019 setelah diumumkan rencana penambangan dan pengolahan bijih emas dmp di Proyek Abong, berlokasi di Lumut, Owaq, dan Penarun, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Besaran rencana kegiatan sekitar 9.684 Ha dengan target produksi maksimal 800 ribu ton/tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00