Direktur RSUD Datu Beru Bantah Perawat Tidak Ditempat

KBRN, Takengon: Warga Takengon yang sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon ruang Kepies mengeluh lantaran lambannya petugas medis atau perawat yang memberi pelayanan saat dibutuhkan.

Menanggapi itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon dr. Hardi Yanis membantah pernyataan tersebut.

Menurut Hardi Yanis, saat kejadian petugas medis berjumlah 3 orang sedang memberi pelayanan ke ruang pasien. Sehingga stasuin ruang Kepies lantai II kosong.

“Tau enggak perawat kita lagi bekerja di ruangan dalam kamar. Kan enggak mungkin ditinggalin, setelah kita cek, kami di dalam Pak lagi ngurus ada yang nyuntik ada yang nensi pasien kan di dalam kamar. Jadi semua di dalam kamar, jadi semua lagi bekerja, ruangan itu kan ada kamar-kamarnya. Seharusnya nunggu aja disitu (ruang) kan nanti mereka (perawat) balik ke stasion. Mereka (perawat) lagi bertugas di ruang pasien, terus gimana, kan mereka (perawat) enggak salah,” ujar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon dr. Hardi Yanis, Kamis (25/7/2019)

Sebelumnya warga Bebesen dirawat di RSUD Datu Beru Takengon di ruang Kepies lantai II. Saat perawat diminta membuka infus pada jam 12.00 siang, akan tetapi tidak kunjung datang memberi pelayanan kepada pasien hingga jam 15.00 Wib.

Dasar itulah, warga Bebesen yang menjadi pasien di RS kebanggan masyarakat Aceh Tengah mengeluh.

Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) Maharadi meminta Bupati Aceh Tengah merespon keluhan masyarakat dengan mencopot Direktur RSUD Datu Beru.

Hal itu dimaksudkan agar  manajemen baru melakukan perbaikan secara menyeluruh terhadap semua pegawai dan karyawan, baik bidan, perawat maupun dokter.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00