Bupati Diminta Copot Direktur Rumah Sakit Datu Beru Takengon

KBRN, Takengon: Adanya keluhan masyarakat atas layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon harus segera ditanggapi Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dengan melakukan tindakan pencopotan Direktur RS.

Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) Maharadi mengungkapkan hal tersebut, mengingat banyak keluhan masyarakat atas pelayanan kesehatan.

Bupati harus menindak dan mencopot Direktur RSUD Takengon agar ada  manajemen baru melakukan perbaikan secara menyeluruh terhadap semua pegawai dan karyawan, baik bidan, perawat maupun dokter. 

“Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) meminta  Bupati Aceh Tengah Shabela Abu Bakar, mencopot Direktur RSUD Takengon. Kami menerima informasi karena banyaknya keluhan masyarakat atas pelayanan rumah sakit yang begitu buruk,” ujar Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) Maharadi, Kamis (25/7/2019)

Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) Maharadi menilai keluhan tentang buruknya Pelayanan Kesehatan (Yankes) di RSUD Datu Beru Takengon terus berulang, dan berakibat fatal terhadap pasien.

“Bupati harus tegas dan mengambil sikap, dikarenakan kondisi pelayanan buruk rumah sakit terus berulang, ini membahayakan jika terjadi sesuatu terhadap pasien dan berakibat fatal atas keteledoran perawat sehingga menimbulkan korban jiwa,” timpalnya lagi.

Disebutkan Maharadi, perlindungan hak pasien sudah di atur dan  tercantum dalam pasal 32 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Beberapa point yang menjadi hak pasien diantaranya memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional dan memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi. 

Direktur RSUD Datu Beru Takengon dr. Hardi Yanis,Sp.PD kekosongan petugas medis di stasiun ruang Kepies dikarenakan sedang bertugas melakukan perawatan ke sejumlah ruang pasien.

“Itukan jam tiga sore lagi suntikan orang. Kalau stasion kosong seharusnya ada standby satu. Cumankan pas jam bersamaan, jadi ketiganya masuk ke ruang dalam pasien,” sebut Direktur RSUD Datu Beru Takengon.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00