Warga Keluhkan Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan di Samsat Aceh Tengah

KBRN, Takengon: Sejumlah warga yang akan membayar pajak kendaraan di Kantor Sistem Administrasi Satu Atap (Samsat) Aceh Tengah mengaku kecewa karena harus memenuhi sejumlah persyaratan yang dianggap tidak lazim.

Seorang warga yang enggan disebut nama kepada RRI menyampaikan hendak membayar pajak kendaraan bermotor yang dibeli dari orang lain.

Petugas meminta KTP asli pemilik kendaraan. Sedangkan warga yang mengeluh sudah tidak mengetahui lagi keberadaan atau tempat tinggal pemilik kendaraan sebelumnya.

Sehingga hal tersebut dianggap mempersulit masyarakat yang hendak membayar pajak kendaraan.

“Plat Takengon pajak kendaraan,cuman dia (petugas Samsat) suruh minta KTP asli yang tertera di STNK, enggak ada lah, karena ini kendaraan bukan saya beli baru. Cari orangnya pun dimana, enggak tahu. Terus saya tanya lagi kek mana saya mau bayar pajak udah mau taat gini. Di hitung-hitung di STNK sekirat 2 ratus 50 ribu, begitu dihitung sampai 360 ribu, kan tekejut saya,” ujar warga yang enggan disebut namanya kepada RRI, Jumat (5/7/2019)

Kepala Tata Usaha Samsat Aceh Tengah Sofian Velly Noviza menyampaikan pada dasarnya ketentuan dalam membayar pajak kendaraan adalah yang bersangkutan langsung hadir untuk membayar pajak.

“Ketentuan sebenarnya dia memang bayar kendaraan itu harus kita datang yang bersangkutan membawa KTP. Missal pemilik kendataan A, KTP nama A, itu langsung bayar terus. Tapi sekarang yang banyak kan pemilik A, yang punya B. Seharusnya BBN juga, enggak boleh yang punya B,” ungkap Kepala Tata Usaha Samsat Aceh Tengah Sofian Velly Noviza

Kepala Tata Usaha Samsat Aceh Tengah Sofian Velly Noviza menyarankan pada masyarakat yang membeli kendaraan second untuk segera Bea Balik Nama (BBN) guna mempermudah administrasi pembayaran pajak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00