Mahasiswa Asal Bener Meriah Juara 2 Regional Lomba Public Speaking

KBRN, Redelong: Seorang Mahasiswi asal Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah(STIKesMu) Lhokseumawe.

Berhasil meraih juara 2 regional  lomba Public Speaking Bahasa Indonesia tingkat Nasional.

Ia adalah, sumarmida, gadis kelahiran 8 november 2002. Anak dari pasangan bapak Ahmad Riadi dan ibu Mariam.

Cewek yang mengambil jurusan DIII keperawatan itu mengikuti, training dan lomba public speaking tingkat Nasional untuk mahasiswa kesehatan di seluruh Indonesia.

Sumarmida menjelaskan, kegiatan tersebut berlangsung via zoom pada (24/4/2022) selanjutnya (26-27/4/2022) pengiriman video public speaking pada panitia berupa video.

“Melatih dan mengasah kepercayaan diri sehingga suatu saat saya ingin sekali bisa menjadi seorang pemimpin yang jago public speaking memiliki komunikasi terapeutik di dunia kesehatan terutama bagi saya yang masih seorang pelajar yang nantinya akan menjadi seorang perawat yang unggul islami dan kompetitif,” ucapnya.

Dalam perlombaan itu tema yang di ambil, pengaruh media sosial terhadap kesehatan generasi Z.

Selama proses Training Sumarmida mengaku diberikan via Zoom meeting sampai dengan proses mengunggah video.

“Saya menghadapi beberapa kendala yang cukup menguras energi dan emosi. Saat Training berlangsung, saya kebetulan berada di kampung (Kabupaten Bener Meriah) karena kampus sedang libur Ramadhan. Kampung saya masih tergolong pelosok dan sulit untuk mendapatkan sinyal internet, sehingga pada saat mengikuti zoom meeting maupun proses unggah video saya harus berpindah-pindah, dari kamar ke ruang tamu lalu ke halaman, agar mendapatkan sinyal yang kuat dan tidak terputus. Tidak hanya itu, waktu persiapan konten juga tergolong singkat. Training diberikan dalam satu hari, dari pukul 08.00-15.00 wib, Sesudah mendapat materi kami diberikan tema lomba dan pada hari yang sama harus menyiapkan script untuk konten video,” tuturnya.

Proses lomba yang cepat, tanpa jeda dan sinyal yang sulit, membuat Mida sempat berfikir untuk menyerah. Namun, orang tuanya mengingatkan dan mendorong untuk menyelesaikan proses lomba sampai selesai.

Proses rekaman video juga tidak mudah, karna ia tinggal di Kampung dan hanya menggunakan alat-alat sederhana dalam merekam video, jadi ia harus bisa berfikir alternatif-alternatif lain agar hasil video lebih baik.

Proses rekaman ia lakukan sebelum subuh agar tidak terganggu suara kendaraan dan lainnya, kemudian ia menggunakan sepatu untuk meyangga handphone agar kameranya tetap fokus.

“ya.....saya hanya merekam dengan menggunakan kamera handphone. Allhamdulilah, Allah menjawab usaha tersebut dengan meraih peringkat ke-2 untuk tingkat regional XlI (Aceh) kategori bahasa Indonesia,” Timpalnya.

Sumarmida turut mengucapkan terima kasih, kepada kedua orang tua yang telah mengobarkan semangat disaat ia hampir menyerah, ibu Ka. Prodi D-III ibu Ns. Ida Suryawati, M.Kep dan ibu Ns. Mariyati, M.Kep yang terus mendampingi dan membimbing dari awal sampai akhir.

Para pimpinan di Lingkungan STIKesMu Lhokseumawe, bapak ketua STIKes Ns.Mursal,S.kep,M.kep, ibu Ns.Nanda Fitria,M.kep selaku wakil ketua l, bapak Abdul Gani Haitami,SH,MH selaku wakil ketua ll dan bapak Irawan Salri,SE,MBA selaku wakil ketua III atas masukan-masukan yang positif.

Tak lupa pula terima kasih ia ucapkan untuk bidang Humas STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, bapak Farhan Zuhri Baihaqi, S.Hum,M.pd serta seluruh civitas akademika STikes Muhammadiyah Lhokseumawe.

Terakhir, ia mengatakan teruslah berjuang jangan patah semangat karna sukses itu sederhana.

"Lakukan yang benar, dengan cara yang benar pada waktu yg tepat, "Tutupnya.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar