Pendaftaran Seleksi CPNS Harus Jelas Sejak Awal

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengatakan beragam langkah pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus transparansi sejak awal.

"Ke depan harus lebih transparansi, baik dari sisi formasi, persyaratan, hingga keahlian di bidang apa. Terus akan ditempatkan dimana juga harus jelas. Maka harus transparan mulai sekarang," ujar Guspardi melalui wawancara Pro3RRI, Senin (23/5).

Transparansi dalam pendaftaran CPNS sangat penting karena berpengaruh dengan sifat dan perilaku dari kaum milineal. Mereka kapan saja bisa membatalkan atau mundur setelah lulus sebagai CPNS.

"Karena milineal punya kemampuan lebih, sehingga bisa saja menolak dari beberapa formasi dari tes yang diikuti," kata Guspardi Gaus. 

"Kebanyakan yang mundur itu setelah melihat instansi yang membuka peluang pendaftaran, ternyata tidak cocok dengan keinginan penempatan," jelasnya.

Sebelumnya ada pernyataan jika BKN merasa dirugikan setelah mundurnya 105 CPNS. Guspardi menyatakan sebetulnya negara tidak dirugikan, karena bisa ditutupi dengan mengambil cadangan CPNS yang lulus seleksi sebelumnya. 

"Mundur adalah hak karena merasa tidak nyaman. Jadi agar negara tidak dirugikan, harus ada yang namanya pegawai negeri lulus cadangan, buat berjaga-jaga kalau ada di antara pegawai yang mundur, nama yang masuk dalam cadangan bisa masuk," tuturnya.

Pendataan menurut Guspardi memang tidak mudah, memang sesuatu yang krusial ketika CPNS sudah lolos. Maka hal ini akan dibahas dalam rapatnya bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Menpan RB) dan juga Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Ini akan kami akan membahasnya saat RDP bersama komisi II dengan pihak Menpan RB dan juga BKN sebagai penyelengara daripada seleksi CPNS," tutupnya.

Diketahui, sebanyak 105 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah lolos seleksi tahun 2021 memutuskan mengundurkan diri.

Untuk diketahui, terdapat 112.514 orang yang lulus seleksi ASN tahun 2021. Namun sebanyak 105 orang di antaranya memutuskan untuk mengundurkan diri.(VT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar