Aceh Tengah Gelar Diskusi Penyusunan Renduk Smart City Tahap III

KBRN,Takengon : Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bekerjasama dengan Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (Kominsa) Aceh kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Induk Smart City Aceh Tengah yang dilaksanakan di salah satu hotel di Takengon, Rabu (10/11).

FGD tahap ketiga yang juga merupakan FGD terakhir dalam rundown penyusunan Rencana Induk atau Master Plan Smart City yang digelar pada kesempatan itu, dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar.

Tampak hadir dalam momen itu, Sekda Subhandhy, Kadis Kominfo Khairuddin, sejumlah Kepala SKPK dan perwakilannya, serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Gayo, Organisasi Kemasyarakatan dan Forum Reje/APDESI Kabupaten Aceh Tengah.

Bupati Shabela dalam arahannya kembali menyampaikan bahwa Smart City bukan merupakan program yang ditanggungjawabi oleh satu instansi saja, namun merupakan program Daerah berikut komponen-komponennya, karena pelayanan juga cakupan ekosistem dari sebuah Smart City nantinya akan melibatkan semua sektor tanpa terkecuali.

“Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan kerja bersama seluruh komponen dan pemangku kepentingan di Daerah ini termasuk juga pemerintah atasan dalam menghadirkan konsep dan cakupan inovasi Smart City,” ujar Shabela.

Lebih lanjut, Bupati Shabela juga menekankan agar titik fokus atau hal penting dalam sebuah penyusunan Renduk Smart City dapat tercakup dan dibahas dalam diskusi akhir ini.

“Seperti perlu atau tidaknya keberadaan Dewan Smart City, pengalokasian anggaran dan juga pelibatan semua elemen dalam percepatan perwujudan Kabupaten Aceh Tengah sebagai Kota Pintar,” tambahnya.

Shabela berharap dengan hadirnya konsep Smart City di Kabupaten itu, dapat menjadi langkah maju dalam menjawab tantangan globalisasi dan teknologi informasi, serta pelayanan publik oleh pemerintah akan segera bertransformasi dari manual ke digital. 

Sebelumnya dalam laporan kegiatan yang disampaikan Kasi Ekosistem Bidang E-Goverment Dinas Kominsa Aceh Muhammad Iman Jaya, FGD finalisasi yang akan dilangsungkan selama 2 (dua) hari itu akan fokus dalam membahas reviu buku satu dan draf buku dua.

Selanjutnya juga akan mendapatkan paparan dari tim Konsultansi (UIN dan MIT) serta praktisi ekonomi digital dari Bank Indonesia. (IMH/ProkopimAT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar