Bukan Karena Harga, Ini Penyebab Cabai Beserakan di Pasar Paya Ilang

KBRN, Takengon : Sejumlah pedagang sayur di pasar Paya Ilang Takengon membuang barang dagangan berupa cabai ke jalan, Sabtu (8/1/2022). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekesalan pedagang karena dilarang berjualan sayur- mayur di lokasi tempat mereka berjualan selama ini.

Salah seorang pedagang Dedi menjelaskan beberapa hari lalu pedagang di Paya Ilang menerima  surat keputusan  kepala Dinas perdagangan  tentang penetapan/ penunjukan zonasi dagangan kawasan pasar Paya Ilang.  Salah satu poinnya menyebutkan   kios didepan gedung putih dan sepanjang jalan pasar Paya Ilang menuju lembaga diperuntukan untuk jualan selain sayur mayur.

Poin itulah kata Dedi yang membuat para pedagang dikios gedung putih kesal hingga membuang barang dagangannya, karena sejak dikeluarkan surat keputusan tersebut atau empat hari terakhir mulai dari 5 Januari 2021 mereka tidak dapat berjualan.

Menurutnya pedagang yang menempati kios gedung putih sebahagian besar selama ini berjualan sayur – mayur. Sehingga jika diminta untuk berjualan selain sayur-mayur mereka keberatan.

“Kalau kami disuruh jualan yang lain seperti elektronik, sembako kami gak pande. Jualan sembako misalnya, kami nggak punya modal, terus kami juga nggak bisa bersaing sama kedai yang didepan sana. Itu yang seharusnya difikirkan,”  kata Dedi dengan nada kesal

Dedi mengaku selama adanya larangan berjualan sayur di kios tersebut sejumlah pedagang mengalami kerugian yang cukup besar mencapai jutaan rupiah. Bahkan barang dagangan mereka juga terancam rusak dan membusuk karena tidak terjual dalam beberapa hari.

“Sekarang kami nggak ada penghasilan, bahkan yang ada rugi karena barang nggak bisa dijual,”sebutnya

Dalam waktu dekat ungkapnya sejumlah pedagang akan menemui Komisi B DPRK Aceh Tengah untuk membahas dan mencari solusi dari permaslaan tersebut. Sehingga tidak ada satu pun pedagang di Pasar Paya Ilang yang dirugikan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar