FOKUS: #PPKM

Gas LPG non subsidi naik, ini penjelasan Dinas Perdagangan Bener Meriah

Foto: Jatengtribunnews.com

KBRN, Redelong: Gas non subsidi diketahui masyarakat mengalami kenaikan, dari biasanya untuk ukuran 5, 5 kg 75 ribu kini di kisaran harga 85 sampai 90 ribu dan gas ukuran 12 kg dari 169 ribu kini di kisaran harga 180 sampai 185 ribu.

Menanggapi kenaikan tersebut Kepala Seksi (Kasi) Geologi Energi dan Kelistrikan Dinas Perdagangan kabupaten Bener Meriah Hemahayati menyampaikan kenaikan tersebut mengikuti peraturan Pertamina yang juga menaikkan harga dengan menyesuaikan kenaikan LPG dunia.

"Kenaikan ini memang sudah ada kenaikan harga LPG dunia, jadi mengikuti itu, Pertamina juga menaikkan harga standar LPG yang ada di daerah kita juga," ungkapnya.

Kenaikan harga gas LPG non subsidi sendiri diakui Hemahayati terjadi pada pertengahan Desember 2021 lalu.

Pihak Dinas katanya tidak ada diberitahu oleh Pertamina.

"Karena memang langsung secara publik, mereka ada sistem informasi secara publik, naik sejak 24 Desember," timpalnya.

Sebelumnya warga Takengon, Ida menyampaikan kenaikan harga gas LPG tersebut tidak tepat, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

"Kondisi sekarang, maunya jangan dinaikan. Sekarang Ibu-ibu pada bilang kenapa naik, kenapa naik. Biasanya uang 90 ribu itu udah bisa beli gas, gula sama garam, tapi karena beli gas jadi kek mana, sulit kali jadinya," keluh warga Kebayakan itu.

Ibu rumah tangga asal kecamatan Kebayakan tersebut pemerintah mengembalikan harga gas non subsidi menjadi 75 ribu.

Alasannya, selain pandemi belum usai, hasil bumi dari petani juga dihargai murah.

"Maunya kembali normal, seperti sedia kala. Sekarang ibu rumah tangga yang bukan PNS, buah jipang yang ada ditanam itu dijual," ungkapnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar