Buka Pendidikan Khusus Profesi Mediator, Kakanwil Ajak Umat Moderat, Unggul, Maslahat, Rukun dan Damai

KBRN, Aceh : Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr H Iqbal SAg MAg membuka Pendidikan Khusus Profesi Mediator (PKPM) Tahun 2022, Sabtu malam, 25 Juni 2022.

Acara enam hari di Sei Hotel Gampong Mulia Banda Aceh ini diikuti 23 peserta, dan diprakarsai dan dihadiri tim Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Sekjen Kemenag RI. 

Kakanwil sampaikan apresiasi pada pelaksana dari Pusat KUB dan panitia di Kanwil. Sebutnya bahwa kegiatan ini penting sebagai upaya dalam  memberi pembekalan teknis cara penanggulangan  maupun pencegahan apabila terjadinya konflik (resolusi konflik) antar umat beragama kepada peserta.

"Bahwa kebijakan Kementerian Agama dalam pembinaan KUB, secara prioritas ditujukan antara lain agar umat beragama memiliki karakter moderat, unggul, maslahat (berdaya guna), rukun, dan damai. Semua itu dibangun melalui tiga fondasi utama, yaitu moderasi beragama, tranformasi digital, dan good governance," ujar Kakanwil yang pad siangnya juga hadiri acara wisuda dan terima penghargaan dari Ma'had Aly Darul Lughah Al-Arabiyah Banda Aceh.

Dipaparkannya bahwa, sesuai nilai Indek Kerukunan Beragama untuk Provinsi Aceh masih berada dilevel terbawah dengan nilai indek 63,6, namun secara Nilai Indek Kerukunan Umat Beragama (KUB) Tahun 2021 rata-rata nasional sebesar 72,39 atau naik 4,93 poin dari tahun sebelumnya atau masuk pada kategori baik.

Indeks KUB ini pun bernilai strategis sebagai bagian dari solusi. Maka harapnya,  konsep moderasi beragama dan memperkuat kondisi kerukunan umat beragama menjadi pilihan tepat.

"Penguatan  moderasi beragama menjadi salah satu indikator utama sebagai upaya membangun kebudayaan dan karakter bangsa. Moderasi beragama juga menjdi salah satu prioritas di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Kementerian Agama," imbuh Kakanwil dalam acara setelah penutupan MTQ Aceh ini.

Dalam konteks keIndonesiaan, sambungnya, moderasi beragama dapat dijadikan sebagai strategi  kebudayaan untuk merawat Indonesia yang damai, toleran dan menghargai keragaman. Moderasi beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada. Dengan penguatan moderasi beragama diharapkan agar umat beragama dapat memposisikan diri secara tepat dalam  masyarakat multi religius, sehingga terjadi harmonisasi sosial dan keseimbangan kehidupan sosial.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar