Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual Nyaris Tidak Ada dan Tidak Tepat Sasaran?

KBRN, Redelong: Pelecehan seksual di bumi Serambi Mekah Aceh akhir-akhir ini marak terjadi dimana sebagian kalangan menilai hal itu terjadi akibat tergerusnya kepedulian orang tua terhadap anaknya dalam hal penyampaian kesehatan reproduksi sejak dini.

Menurut seorang Psikolog di Bener Meriah Ismi Niara Bina, upaya pencegahan harus terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada para generasi muda yang saat ini dinilai rentan disusupi perbuatan menyimpang akibat canggihnya teknologi.

Namun Ismi menyayangkan, akibat covid-19 upaya pencegahan tersebut nyaris tidak pernah dilakukan karena berbagai hal.

“Sejak awal pandemi memang lebih terasa dimana kegiatan yang berkaitan dengan upaya preventif pencegahan nyaris tidak ada karena fokus ke penanganan pandemi,” jelasnya.

Pemerintah Daerah Bener Meriah disebut telah membuat qanun khusus yang mendorong Pemerintahan Kampung melakukan sosialisasi terkait pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Namun, menurut Ismi kegiatan itu masih belum tepat sasaran karena yang menghadiri sosialisasi tersebut bukan para remaja atau pemuda melainkan para orang tua yang dimaksudkan akan menyampaikan kepada anaknya di rumah.

“Sudah ada Qanun untuk kegiatan sosialisasi, hanya saja yang menjadi permasalahan adalah yang menghadiri kegiatannya bapak-bapak dan ibu-ibu, kami tidak yakin informasi yang dipaparkan akan sampai kepada anak di rumah secara benar dan objektif,” ungkapnya.

Karenanya, Ismi berharap para orang tua dapat memberikan informasi kesehatan reproduksi kepada anak sedini mungkin dan memberi perhatian lebih terhadap perkembangan anak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar