Rentan Kasus Pelecehan Seksual, Ini Kata Psikolog

KBRN, Redelong: Maraknya kasus pelecehan seksual oleh para remaja di wilayah yang notabenenya bersyari’at islam Aceh akhir-akhir ini membuat geram hampir dari seluruh kalangan sehingga menyayangkan kejadian tersebut.

Diketahui beberapa hari lalu dua orang remaja digilir oleh 8 pemuda dimana pelakunya bahkan masih dibawah umur.

Tenaga Ahli Psikolog pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bener Meriah Ismi Niara Bina kepada RRI Senin (23/5/22) menyebut hal memalukan itu terjadi karena kurangnya edukasi kesehatan reproduksi terhadap remaja saat ini.

“Pendidikan kesehatan dan perkembangan reproduksi di Daerah kita masih sangat kurang, karena untuk membicarakan hal itu di dalam keluarga masih dianggap tabu, sehingga anak mendapatkan informasi tentang itu malah dari dunia luar, sehingga bisa saja menyimpang,” jelasnya.

Menurutnya, orang tua harus lebih dapat memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksi kepada anak secara mendalam dan perlahan sehingga sang buah hati tidak menyalahartikan maksud kesehatan reproduksi tersebut.

Bahkan Ismi menaksir para remaja yang mendapatkan edukasi tentang hal itu langsung dari orang tua di Kabupaten Bener Meriah tidak mencapai 10 persen.

“Misalnya. Di Daerah kita kalau dihitung persentasinya tidak sampai 10 persen pun anak perempuan yang mendapat info tentang menstruasi langsung dari ibunya, jadi Dia dapat info dari teman-teman dan sumber yang tidak pasti,” tegasnya.

Karenanya, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi agar anak tidak mudah diperdaya  serta tidak menjadi korban pelecehan seksual bahkan yang lebih buruk dari itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar