Pegiat lingkungan minta penangkapan ikan di Danau Lut Tawar tidak berlebihan

KBRN, Takengon: Pegiat lingkungan di kabupaten Aceh Tengah turut berkomentar terkait dengan viralnya video penangkapan ikan dengan cara yang dianggap berlebihan.

Ketua Gayo Rimba Bersatu Abrar Syarif menyampaikan sebagai putera Gayo, dirinya tidak menghakimi siapapun dalam hal ini.

Namun, dirinya mengajak semua pihak berfikir untuk keberlangsungan ikan di danau Luttawar.

"Pemerintah bisa respon cepatlah, tujuan kami bukan kami membenci orang yang melakukan penangkapan ikan, tapi kami ingin mempertahankan keberlangsungan populasi ikan agar nelayan kita bisa selamat," ungkapnya.

Kepala Dinas Perikanan kabupaten Aceh Tengah Iwan Ernis mengaku sudah mendapatkan informasi tentang cara penangkapan ikan model baru di danau Luttawar.

Setelah sebelumnya ada yang menangkap ikan di danau Luttawar dengan cara jaring cangkul padang, kali ini model baru penangkapan ikan dengan alat sejenis jaring angkat atau troll.

Pemerintah katanya telah membuat Peraturan Bupati tentang pengelolaan dan penangkapan ikan di danau Luttawar, akan tetapi masih dalam proses telaah di Banda Aceh.

"Hari Rabu kami kembali lagi ke Banda Aceh untuk menindaklanjutinya," kata Iwan Ernis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar