Pemerintah Desa diminta transparan kelola dana desa

Foto: pengadaanbarang.co.id

KBRN, Takengon: Baru-baru ini terjadi penyalahgunaan uang ganti rugi pembebasan lahan di desa Pendere Saril, kecamatan Bebesen, kabupaten Aceh Tengah.

Atas kejadian tersebut, Pemerintah Desa diminta untuk transparan dalam mengelola dana desa.

Hal itu disampaikan Camat Bebesen, Hermansyah. Ungkapnya Perangkat Desa wajib melakukan transparansi penggunaan atau pengelolaan dana desa sebagai bentuk pertanggungjawaban kerja.

"Dalam pengelolaan dana desa khususnya, kami mengharapkan para Reje transparan kepada perangkat dan masyarakat dalam mengelolanya, ada keterbukaan, berapapun besaran biayanya, harus di musyawarahkan, biar enggak terjadi seperti (kasus Pendere Saril) ini," ujarnya.

Kepala Desa atau Reje Kampung Pendere Saril, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah inisial HR, ditahan Jaksa, Senin (17/1) atas dugaan korupsi uang ganti rugi tiga objek aset berupa lahan dan bangunan milik kampung setempat Rp800 juta lebih dari PT. PLN.

Dalam kasus itu, Jaksa juga menahan Sekretaris dan Bendaharanya inisial BS dan KR. Ketiganya ditahan di Rutan Klas IIB Takengon. Atas perbuatannya, ketiga tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sn 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar