Warga Kecewa Tim BKSDA Aceh Pulang Sebelum Pemindahan Gajah Kelar

Proses pemindahan satu gajah liar di Negeri Antara dibantu dua gajah jinak dari BKSDA Aceh. Foto@ist

KBRN, Takengon : Warga Negeri Antara, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Aceh kecewa tim translokasi atau pemindahan gajah dari BKSDA Aceh pulang sebelum pembiusan gajah kelar. Hanya satu dari tiga gajah yang berhasil dibius dan dipindahkan ke CRU Sayeng, Pintu Rime Gayo. Sementara dua lainnya masih berkeliaran di Dusun Kilometer 40, Negeri Antara.

Reje Negeri Antara Riskanadi kepada rri Rabu (19/1) mengaku warganya resah dengan keberadaan gajah liar itu. Informasi terakhir yang diperoleh dari warga katanya, dua ekor gajah itu mulai memakan tanaman warga.

“Gak tau saya kenapa tim pulang, masyarakat kecewa lah,” kata Reje Riskanadi.

Riskanadi melaporkan, ada sekitar delapan ekor gajah yang masih berada di pemukiman warga. Enam ekor diantaranya ada di seputaran Kampung Negeri Antara dan Blangrakal direncana akan digiring ke habitat pakai mercon. Sedangkan dua lainnya harus di bius lantaran kondisi tertentu. Dua ekor gajah ini berada di kampung Negeri Antara.

Camat Pintu Rime Gayo Eddy Iwansyah Putra mengetakan, hasil koordinasi dengan BKSDA Aceh, diketahui alasan mereka pulang lantaran kehabisan obat bius. Setelah obat tersedia katanya, tim dari BKSDA akan kembali turun ke Bener Meriah.

Camat Eddy juga mengaku satu unit alat berat masih dilokasi untuk bantu pemindahan gajah pasca dibius.

Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto membenarkan alasan tim translokasi kembali ke Banda Aceh lantaran kelengkapan medis, terutama obat bius habis. Kebutuhan itu katanya, sudah dipesan. Soal teknis dan jumlah dosis yang disediakan tim saat eksekusi kemarin, Agus mengaku tidak mengetahui rinci.

“Itu teknis, taya ke tim medis saja. Tapi yang jelas, kalau alatnya sudah tiba, kita turun lagi,” katanya.

Agus menyebut, yang kembali ke Banda Aceh tim translokasi, sementara tim penggiring masih di Bener Meriah.

Dihubungi terpisah, medis satwa liar BKSDA Aceh Drh. Rosa Rika Wahyuni mengaku tim translokasi pulang ke Banda Aceh lantaran jarum dan syirenge habis. Sementara dosis bius katanya, masih tersedia.

Rosa mengaku upaya pemindahan gajah di Kampung Ngeri Antara di luar prediksi petugas. Tiga gajah yang menjadi sasaran bius katanya, sedang birahi.

“Gajah birahi ini sulit kita tangani, kadang waktu ditembak obat biusnya, meleset, jarumnya hilang. Dan gajah seperti ini tidak cukup sekali suntik,” katanya.

Begitupun, Rosa mengaku akan kembali berupaya memindahkan gajah yang ada di Negeri Antara setelah kelengkapan medis tersedia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar