Plt. Bupati Bener Meriah Minta Klarifikasi Humas Aceh Utara Soal Tudingan Kerusakan hutan

KBRN, Redelong: Pemerintah Daerah Bener Meriah dibuat geram atas tudingan Kabag Humas Aceh Utara Hamdani yang menyatakan Pemerintah membiarkan pengrusakan hutan di wilayah tersebut.

Tudingan itu dinyatakan akibat banjir yang melanda pesisir Aceh Utara di awal tahun ini yang disinyalir akibat maraknya aktifitas illegal logging.

Plt. Bupati Bener Meriah Dailami melalui Kabag Protokol dan Pimpinan Bener Meriah Ruslan Senin (17/1/22) dengan tegas membantah tudingan itu dan menuntut Kabag Humas Aceh Utara segera mengklarifikasi pernyataannya.

“Tuduhan kepada pejabat publik itu tidak ada dasar dan datanya, artinya secara kewenangan Kabag Humas bertindak sebagai penyambung lidah Pimpinan, kami ingin ada klarifikasi dari beliau karena ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Dikatakan, Kabag Humas Aceh Utara juga tidak memiliki kapasitas meminta Pemerintah Provinsi untuk menegur Pemerintah Kabupaten terkait pengrusakan hutan karena Pengelolaan dan Pengawasan Hutan berada di tangan Pemerintah Pusat dan Provinsi.

Sehingga menurutnya klarifikasi dari yang bersangkutan menjadi sangat penting demi meminimalisir kesalahpahaman antar Pemerintah Daerah.

“Pernyataan pembiaran pengrusakan hutan, perlu teguran dari Provinsi, kemudian dia bertindak sebagai jubir pimpinanatau pribadi atau secara jabatan, ini semua kami minta klarifikasinya,” tutup Ruslan.

Pernyataan Hamdani disebut ambigu karena dapat membuat publik mengira masyarakat Dataran tinggi Gayo senang dengan terjadinya musibah banjir yang melanda wilayah pesisir padahal hal itu tidak benar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar