Ekses Gajah Masuk Pemukiman, Enam KK Warga Negeri Antara Masih Mengungsi di Ali-ali

Proses pendistribusian bantuan untuk korban amukan gajah di Ali-ali. Foto@IST

KBRN, Takengon : Enam Kepala Keluarga (KK) dari Kampung Negeri Antara, Pintu rime, Gayo, Bener Meriah, hingga Kamis (2/12) siang masih bertahan di lokasi pengungsian kawasan Ali-ali lantaran rumah mereka hancur dirusak kelompok gajah liar Minggu pekan lalu. Sedangkan 10 kepala keluarga lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing. Demi keselamatan, warga jaga malam secara bergilir.

“10 KK itu rumahnya tida rusak,” katanya Reje atau Kepala Desa Negeri Antara Riskandi kepada rri Kamis.

Ia mengaku ada 23 rumah warganya berkonstruksi kayu rusak berat akibat diamuk gajah. Enam pemilik masih bertahan dipengungsian Ali-ali, 17 Kepala Keluarga lainnya tinggal di tempat saudara.

Selain rumah kata reje Riskandi, sejumlah ladang warga berisi serai dan tanaman lainnya juga ikut dirusak gajah. Kondisi ini kata dia, sudah dilaporkan ke pemerintah daerah.

“Cuma petugasnya belum bisa turun karena masih penggiringan gajah,” katanya.

Reje Riskandi merincikan, ada 383 kepala keluarga di kampung Negeri Antara. Daerah yang terdampak gangguan gajah liar ada di dusun kilometer 40.

“Kawasan lain aman,” katanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bener Meriah Anwar Sahdi melaporkan, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan untuk korban yang ada dilokasi pengungsian Ali-ali. Selanjutnya kata dia, petugas akan terjun lokasi melihat kerusakan rumah dan ladang warga untuk dilaporkan ke pimpinan.

“Sekarang belum bisa kita turun karena lagi penggiringan,” katanya.

Minggu 28 November kelompok gajah liar kembali masuk ke pemukiman warga di Kampung Negeri Antara. Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun puluhan rumah warga dilaporkan rusak.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar