Plt Bupati Bener Meriah : mungaro dan begule adalah simbol kebersamaan

KBRN, Redelong : Kegiatan Reriah Rerio gayo yang berlangsung sejak 15 oktober 2021 di Samar kilang Kecamatan Syiah Utama resmi ditutup Pelaksana Tugas Bupati Bener Meriah Dailami (16/10/2021).

Lomba mungaro (berburu), Lomba begule ( menangkap ikan) dan Camping bersama menjadi agenda utama kegiatan Reriah Rerio ini, serta lebih dari 200 orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat se-Kabupaten Bener Meriah ikut berpartisipasi.

Plt Bupati Dailami dalam sambutannya menyebutkan bahwa mungaro (berburu) dan Begule (menangkap ikan) merupakan simbol kebersamaan.

“ mungaro dan begule merupakan warisan nenek moyang kita dalam memenuhi kebutuhan, dan merupakan simbol kebersamaan yang harus kita pegang teguh, secara filosofinya, bahwa kegiatan yang dilakukan bersama-sama akan menjadi mudah dan dapat terselesaikan dengan cepat bila di bandingkan  dengan dikerjakan sendiri”, jelas Dailami.

“ sebagai generasi muda yang memiliki tanggung jawab membangun Bener Meriah ke depan, semoga anak-anakku yang terlibat kegiatan hari ini dapat mengambil pelajaran penting , sehingga nantinya warisan sara peden, sara tamunen, sara loloten (Istilah gayo melambangkan persatuan) dapat diaplikasikan dalam membangun daerah”, ucap pelaksana tugas Bupati itu.

Ia juga menyinggung, “ kita akan agendakan kegiatan ini setiap tahun di Samar Kilang, hal ini untuk membangun wisata samar kilang, karena daerah ini merupakan surga tersembunyi yang perlu kita gali potensinya”, tegas Dailami.

Sebelumnya Edy selaku ketua Panitia Penyelenggara melaporkan bahwa kegiatan itu merupakan Program Kemendikbud atas Proposal Sanggar Gayo Shymphony, yang mana berhasil lolos sebagai penyelenggara kegiatan dari 6000-an Proposal sanggar yang diusulkan se-indonesia. (Rel)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00