Syiar Dakwah di Lokop Serbejadi Unik

Da"i muda wilayah tengah Aceh Tgk Irwansyah Al-Waqi

KBRN, Aceh Timur: Syiar dakwah di Kabupaten Aceh Timur, khususnya di Kecamatan Lokop Serbejadi tergolong unik.

Hal itu disampaikan langsung oleh da'i muda wilayah tengah Aceh Tgk Irwansyah Al- Waqi, S.Pd, M.Pd usai shalat subuh di Masjid Raya Syuhada, desa Tualang, Kecamatan Lokop Serbejadi.

Ungkapnya, tidak saja dalam momentum maulid nabi dan isra mi'raj atau hari besar Islam saja, akan tetapi pada kegiatan hajatan seperti pernikahan maupun khitanan masyarakat di daerah tersebut turut mengundang da'i.

"Mereka ada acara pesta, sunat rasul, pernikahan, bukan lagi semaraknya dengan keyboard, musik, tetapi dengan mendengarkan ceramah yang diundang oleh ahlil baiti," kata Tgk Irwansyah, Senin (18/1/2021).

Tgk Irwansyah mengapresiasi atas ide atau gagasan masyarakat tersebut, di mana dirinya memulai mendapat kehormatan untuk mengisi berbagai ceramah di daerah pedalaman Aceh Timur itu mulai tahun 2017.

"Saya sangat mengapresiasi dan sangat antusias atas hal itu. Ternyata hiburan bukan hanya diambil dari jingkrak-jingkrak gitu, tapi ini hiburan yang menggugah jiwa dan raga dengan mendengarkan ceramah dari petua, ustadz atau penceramah," katanya.

Dirinya pun berharap langkah itu dapat diikuti warga lainnya bukan saja hanya di Kecamatan Lokop Serbejadi, Aceh Timur.

"Perlu kita tiru untuk wilayah lain di Gayo, karena semarak dakwah ini memang harus dimulai dari diri, dari rumah," pungkasnya.

Sementara itu mantan Mukim Kecamatan Lokop Serbejadi, Ibrahim (50) menyampaikan agar dakwah syiar Islam terus dilakukan.

"Kalaulah syiar dakwah ini berhenti, kemana umat mencari cahaya. Kalaulah syiar dakwah tidak ada yang melakukan, Ike gere Ara ne dakwah Islam ne, gelep (kalau tidak ada dakwah, dunia terasa gelap, bahasa Gayo)," kata Tgk Ibrahim, mantan Mukim Kecamatan Lokop Serbejadi dan Imem desa Tualang.

Sementara itu warga Kecamatan Lokop Serbejadi Suryadi menyebutkan tradisi atau kebiasaan warga setempat mengundang penceramah atau da'i dalam kegiatan pesta pernikahan maupun khitanan telah dimulai sejak tahun 2013.

"Dari tahun 2013 sudah ada. Kalau keyboard cuman musik, kalau penceramah kan pengetahuan agama. Da'i dari Aceh Tengah dan Bener Meriah," sebutnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00