FOKUS: #VAKSIN COVID-19

PPIU Aceh Tengah Pilih Tidak Berangkatkan Jemaah Umarah di Era Pandemic Covid-19

KBRN, Takengon: Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 719 tahun 2020 tentang pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada masa pandemi corona virus desease 2019.

Tampaknya calon Jemaah umrah maupun dari pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di dataran tinggi Gayo masih banyak pertimbangan untuk keberangkatan ke tanah suci di era pandemic.

Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di dataran tinggi Gayo Alzikri Fachrurazy dikonfirmasi RRI menyampaikan lebih memilih untuk menjauhi resiko.

“Sekarang belum ada kita berangkatkan. Jadi informasinya sebenarnya tidak ada kepastian kapan normal. Jadi beberapa kawan berspekulasi aja sama Jemaah tanggal sekian, tanggal sekian. Tapi pada hakikatnya kita nunggu surat untuk normalnya. Saat ini enggak normal masih,” ujar Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di dataran tinggi Gayo Alzikri Fachrurazy, di release, Selasa (24/11/2020).

Disamping menghindari resiko terpapar covid-19, timpal Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di dataran tinggi Gayo Alzikri Fachrurazy banyak yang dikeluhkan, mulai biaya yang masih relative tinggi hingga pembatasan pergerakan di tanah suci.

“Terbatas pergerakan. Jatah 10 hari, 3 hari karantina datang, 3 hari karantina pulang, tinggal 4 hari. Jadi kita enggak berangkat teruslah,” timpalnya.

Pihaknya, masih menunggu perkembangan dari upaya pemerintah menghadirkan vaksin sebagai anti virus corona.

“Memilih sampai ada keputusan normal dari keputusan dari pemerintah Arab Saudi,” demikian Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di dataran tinggi Gayo Alzikri Fachrurazy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00