Hari Santri Nasional 2021 di Aceh Wujudkan Santri Siaga

KBRN,Banda Aceh : Upacara Hari Santri Nasional (HSN) VII Tahun 2021 Tingkat Provinsi Aceh digelar di Asrama Haji Aceh pada Jumat 22 Oktober 2021. Upacara HSN tahun ini dilaksanakan secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Upacara HSN kali ini diikuti 200 santri dari sejumlah pesantren dari Banda Aceh dan Aceh Besar. HSN 2021 diawali dengan lantunan zikir dan doa bersama oleh para peserta yang mengikuti kegiatan ini di lokasi upacara.

Hari Santri Tahun 2021 ini mengangkat tema Santri Siaga Jiwa Raga. Maksud tema Santi Siaga Jiwa Raga adalah bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Sekretaris Daerah Aceh, dr  H Taqwallah MKes didapuk sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Taqwallah menyampaikan, pada peringatan HSN 2021, para santri mendapat kado istimewa dari Presiden RI Joko Widodo berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. 

"Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren," ujarnya.

Taqwallah juga mengapresiasi dayah-dayah di Aceh yang selalu membantu pemerintah dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi COVID-19.

Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata bahwa dayah juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi COVID-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

"Tidak lupa pula kami menyampaikan penghormatan kepada para ulama pimpinan dayah, bahwa keteladanan beliau telah berkontribusi untuk mendorong para santri agar bersedia ikut vaksinasi yang saat ini sedang diprogramkan oleh pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Aceh Dr H Iqbal SAg MAg mengatakan, peringatan HSN merupakan salah satu penghargaan pemerintah terhadap perjuangan para santri sebelum kemerdekaan dan juga setelah kemerdekaan.

"Resolusi Jihad yang digaungkan oleh ulama terdahulu pada 22 Oktober 1945  berisi fatwa kewajiban berjihad dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Fatwa ini kemudian melahirkan aksi heroik para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karenanya 22 Oktober diperingati sebagai HSN," kata Iqbal.

Pada tahun 2015, kata Iqbal, pemerintah memberikan kado istimewa untuk para santri dengan terbitnya Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Hari Santri. Pada tahun ini, para santri  kembali mendapatkan kado istimewa berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

"Dua kado istimewa ini tentunya merupakan penghargaan pemerintah untuk para santri atas jasa dan dedikasinya selama ini dalam upaya pembangunan nasional," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00