Kedapatan Bawa Sajam "RS" Kembali Mendekam Di "Hotel Prodeo"

KBRN, Tahuna : Baru menghirup udara segar setelah kasus yang menjerat sebelumnya, RS kini harus kembali berurusan dengan aparat penegak hukum Polres Sangihe dan kembali mendekam di Hotel "prodeo". Dimana, RS kali ini dikenakan undang- undang darurat melanggar pasal 2 ayat (1) UU Drt Nomor 12/1951 atas dugaan membawa senjata penikam, atau senjata penusuk dalam aksi demo di Kampung Salurang Bowone.

Kapolres Sangihe, AKBP Denny Wely Wolter Tomponuh SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Revianto Anriz saat dikonfirmasi, Kamis (30/07) membenarkan hal tersebut.

"Iya kasus sajam, jadi pada sore hari ini (Kamis,red) tersangka RS langsung kami tahan di Mapolres Sangihe," ungkap Kasat Reskrim.

Ditegaskannya, penahan terhadap RS ini dilakukan pihak penyidik sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Dimana pada saat unjuk rasa beberapa hari lalu, pelaku diduga membawa senjata tajam. 

"Kejadiannya pada Hari Senin (16/06/2022) di Kampung Salurang sekitar pukul 14.30 Wita telah terjadi tindak pidana tanpa hak menerima, menguasai, membawa, mempunyai dalam miliknya, menyimpan, menyembunyikan dan mempergunakan senjata penikam atau penusuk, yang dilakukan seorang lelaki inisial RS. Dimana saat itu terjadi unjuk rasa atau mobil tronton yang mengangkut untuk kegiatan penambangan di Kampung Bowone," katanya. 

Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, RS mengaku bahwa senjata tajam itu dibawanya karena selesai membersihkan perahu, lalu menuju ke lokasi unjuk rasa. Namun hal tersebut dianggap pihak berwajib tidak pada peruntukannya. 

"Himbauan kepada masyarakat, silahkan menyampaikan aspirasinya tetapi tetap berada pada aturan-aturan yang sudah ditentukan oleh undang-undang. Untuk pelaku kita kenakan pasal 2 ayat (1) UU Drt Nomor 12/1951, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara," pungkas Revianto Anriz

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar