Bupati Sangihe ke-27 Seorang Perempuan

KBRN, Tahuna : Sejarah telah mencatat, dr Rinny Tamuntuan merupakan Bupati Perempuan pertama di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Penjabat Bupati Rinny Tamuntuan secara resmi dilantik oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey Minggu, (22/5/2022) pasca berakhirnya jabatan Bupati Jabes Ezar Gaghana Masa Bhakti 2017-2022.

Terkait hal itu, Unsure Muda Sangihe Ronny Paulus Serang menyampaikan selamat datang kepada penjabat Bupati Rinny Tamuntuan yang diketahui sebagai Bupati Sangihe ke-27.

"Pertama selaku masyarakat selamat atas dilantiknya ibu Rinny Tamuntuan sebagai penjabat bupati, dan selamat datang di Sangihe dan selamat bekerja. Ibu Rinny adalah bupati ke-27 Sangihe, dan sejarah mencatat adalah bupati wanita yang pertama untuk kabupaten kepulauan Sangihe,"ujarnya.

Ronny Serang menegaskan, kehadiran sosok Bupati perempuan yang memiliki naluri seorang Ibu ini, akan memberikan kesejukan ditengah masyarakat.

Sebagaimana kondisi saat ini masih terdapat sekat-sekat diantara elemen masyarakat akibat dampak politik pada pelaksanaan pilkada Tahuna 2017 lalu.

"Diharapkan, ibu datang sebagai seorang ibu, dengan naluri seorang ibu untuk mampu rekatkan, mampu kembali mempersatukan semua elemen yang ada di Sangihe yang sempat terkoyak, yang masih ada carut marut terkait dengan dampak politik tahun 2017,"lanjutnya.

Selain itu, Rinny Tamuntuan merupakan birokrat dan bukan seorang politisi. Dengan demikian tidak ada alasan bagi siapa pun untuk mempertajam pandangan poltik.

"Ibu datang tidak sebagai seorang politisi tetapi datang seorang birokrat sehingga tidak ada alasan bagi kita yang ada di kabupaten kepulauan Sangihe untuk mempertajam pandang poltik. Tidak ada lagi perbedaan politik yang dibesar-besarkan dengan pandangan politik yang mengakibatkan konflik,l. Tetapi mari kita dukung ibu bekerja sehingga secara nasional untuk kemajuan Sangihe,"tambahnya.

Sebaliknya Ronny Serang memintah agar seluruh elemen masyarakat mendukung penjabat bupati Rinny Tamuntuan dalam tugas memimpin Sangihe hingga pada pelaksanaan pilkada serentak 2024 mendatang.

"Ibu perlu kita dukung, ibu butuh dukungan kita semua elemen masyarakat untuk bisa bekerja dengan baik. Dan sekali lagi ibu datang sebagai citra seorang birokrat, jangan lagi ibu digiring kepada kepentingan tertentu, kepentingan partai politik tetapi mari giring ibu kepada kepentingan yang lebih besar yaitu bekerja untuk maju kedepan,"tutupnya.(AM)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar