Hari Ini 1 Kasus Covid 19 Tercatat Dalam Rilis Covid Sulut

KBRN, Tahuna : Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Utara terus mengajak masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah dalam Pengendalian Pandemi COVID-19. Segera menerima vaksinasi lengkap (dosis 1 dan dosis 2) serta vaksinasi booster (dosis 3) yang sudah memenuhi kriteria booster yaitu minimal jarak 3 (tiga) bulan dari dosis 2.Status Pandemi COVID-19 secara global BELUM dicabut secara resmi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO); oleh karena itu kewaspadaan terus dikedepankan dalam setiap aktifitas yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sehubungan dengan pelonggaran pemakaian masker yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat di area tertentu seperti tempat terbuka dan tidak padat orang, merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab pribadi/individu. Kesadaran individu dan komunitas masyarakat untuk taat dan disiplin menerapkan PROKES dengan tujuan menjaga diri, menjaga keluarga dan menjaga sesama merupakan hal mendasar dalam perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dimasa Pandemi COVID-19. Upaya pencegahan untuk semua jenis penyakit menular tidak hanya COVID-19 adalah disiplinmelakukan PHBS, salah satu adalah wajib memakai masker bagi orang yang beratifitas dikeramaian, di transportasi umum, di ruangan tertutup dan padat orang; bagi kelompok rentan (lansia, memiiki penyakit penyerta, ibu hamil, anak-anak yang belum divaksin); orang yang bergejala batuk, pilek dan demam.Update pertambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada hari ini sejumlah 1 kasus. 

Angka Kesembuhan COVID-19 di Sulawesi Utara per 23 Mei 2022 adalah 97,67% dan Angka Kematian (Case Fatality Rate) sebesar 2,27%. Kasus aktif sebesar 0,06%.

Strategi yang dapat dilakukan untuk percepatan vaksinasi COVID-19 di setiap tingkat administrasi antara lain :

1. Evaluasi terhadap seluruh ASN, THL, P3K baik tingkat provinsi/kab/kota/ kecamatan/kelurahan/desa serta TNI, POLRI yang sudah dan belum divaksin dosis lengkap dan dosis 3;

2. Sertifikat vaksin dosis lengkap (dosis 1 dan 2) menjadi salah satu syarat untuk urusan administrasi pemerintahan, BUMN, BUMD dan swasta serta Pembelajaran Tatap Muka (PTM);

3. Bekerja sama dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Organisasi keagamaan, Organisasi kemasyarakatan untuk memobilisasi sasaran yang belum menerima vaksin baik dosis 1, dosis 2 dan maupun dosis 3

4. Mewajibkan pemanfaatan Peduli Lindungi di setiap layanan publik(mall, Bank, tempat olaraga, objek wisata, dll) untuk mencek status vaksinasi dosis lengkap (dosis 1 dan dosis 2) sebagaimana yang diberlakukan bagi pelaku perjalanan pada transportasi udara dan laut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar