DI saat pandemi Pelaku UMKM merugi dan mengurangi Tenaga kerja demi tetap bertahan.

KBRN Tahuna : Dampak pandemic covid 19 yang melanda kurang lebih 2 tahun ikut mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat terutama pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM). Sejalan dengan upaya Pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional, kegiatan UMKM yang dilakukan pelaku usaha, perlu mendapatkan perhatian. Cristo Hangau Salah satu pedagang makanan atau kuliner di kota Tahuna Cristo Hangau kepada RRI mengakui ikut terdampak dan mengalami penurunan pendapat di saat pembatasan-pembatasan yang dilakukan Pemerintah.  Bahkan demi tetap bertahan di masa pandemic harus mengurangi tenaga kerja dan jumlah jualan dimana aktivitas perkantoran dan sekolah yang menjadi sumber pendapatan dibatasi kegiatannya.

“ Memang kita sebagai pedagang sangat berdampak di saat pandemic covid 19 yang melanda kurang lebih 2 tahun, kita sempat mengurangi tenaga kerja dan menyesuaikan jualan sebab minim pengunjung. “ Sebagai pelaku UMKM yang berjualan makanan tentunya memerluhkan aktivitas perkantor dan sekolah yang menjadi sumber pendapatan namun adanya pembatasan maka otomatis juga berimbas terhadap pendapatan, ujar pemilik Kios Dapoer Inank ini.  Disisi lain Hangau menyoroti soal bantuan dari Pemerintah yang dinilai sebagian tidak tepat sasaran.

“ Saya kira kalau untuk pemberian bantuan yang merupakan intervensi Pemerintah bagi pelaku UMKM harus benar-benar melihat kondisi ril, sebab sebagian terkesan salah sasaran. “ Olehnya Instansi teknis harus lebih selektif sehingga intervensi Pemerintah dapat diterima bagi pelaku usaha yang benar-benar terdampak.  Hangau berharap dukungan Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi dapat ditindaklanjuti di daerah sehingga pelaku usaha dapat menikmati kemudahan dalam berusaha. (Ant)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar