Dirjend Bina Pemdes Kemendagri Huntoyungo : Me'daseng program yang positif pendekatan pelayanan.

KBRN Tahuna : Sempat populer di awal Pemerintahan Bupati Jabes Ezar Gaghana, SE.ME program Me’ daseng akhirnya terhenti di saat pendemi covid 19 melanda selama kurang lebih 2 tahun. Setelah penurunan kasus Covid 19 secara signifikan bahkan Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat zero kasus maka Program Me’daseng kembali di giatkan.  Kegiatan Me’daseng ini merupakan inovasi yang dilakukan Pemerintah Daerah guna menyerap aspirasi masyarakat dari wilayah Kecamatan Kelurahan dan Kampung sehingga ada evaluasi terhadap realisasi program kerja perangkat daerah dan penyesuaian kebutuhan masyarakat mengacu hasil Me’daseng. Baru-baru ini Kegiatan Me’daseng di Kampung Ulung Peliang (Upel) Kecamatan Tamako terasa sangat istimewa, disaat  kegiatan me’daseng terakhir bagi Bupati Jabes Ezar Gaghana,SE,ME dihadiri langsung  Direktur jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementrian dalam Negeri (Mendagri) RI Yusharto Huntoyungo.  Me’daseng yang istimewa sebab diakhir masa jabatan sebagai Bupati  kegiatan ini langsung dihadiri pa Yusharto Huntoyungo, ungkap Jabes Gaghana.

” Diacara me’daseng kali ini sangat istimewah,kita kehadiran Bapak Dirjen bersama Ibu selaku sekretaris satu tim penggerak PKK pusat, selamat datang Bapak Dirjen yang langsung melihat kondisi desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. ”  Gaghana menambahkan setelah ada tatap muka Dirjen dengan para Kapitalaung sebelumnya bahwa kerinduan Dirjen bagaimana Pemerintah Kampung menjadi sebuah objek sebagai pemerintahan yang betul-betul mampu mendorong kepelayanan yang maximal dan menjadi bagian Pemerintah untuk kesejateraan pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing dengan potensi yang ada.

“ Harapan ini kiranya menjadi sebuah komunikasi baik dan juga harapan untuk desa-desa maju, lokalisasi proses yang harus kita hadapi bersama,”harap Bupati Jabes.  Sementara itu Direktur jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri RI Yusharto Huntoyungo dalam arahannya menyampaikan program me’daseng merupakan inovasi pelayanan publik yang menjadi salah satu unggulan. Dibawah Kepala Daerah dalam hal ini Bupati Kepulauan sangihe bahwa penyelenggaraan Pemerintahan Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat lewat kegiatan me’daseng langsung menyentuh ke masyarakat serta dapat mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan suara dari masyarakat,” ujar Huntoyungo.

“ Ini kegiatan positif, sebab pimpinan bersama seluruh perangkat dan stekholder terkait mendengar langsung kebutuhan masyarakat dalam forum dialog di acara Me’daseng. “  Lanjut Dirjen bahwa me’daseng merupakan program unggulan di Kabupaten Sangihe melihat kondisi geografis wilayah Kabupaten Sangihe dimana masyarakat bertempat tinggal di Pulau-pulau dan di desa terpencil yang jaraknya jauh dari Tahuna sebagai ibu kota Kabupaten sebagai pusat penyelenggaraan Pemerintahaan.

” Dengan program me’daseng masyarakat Sangihe tidak perlu datang mengurus KTP,akte kelahiran dan kartu keluarga di instansi terkait, namun instansi terkait yang secara langsung datang melayani masyarakat di desa-desa di mana mereka berdomisili di daratan maupun di pulau-pulau di kabupaten Sangihe,” tambahnya.  Kita tingkatkan sinergitas dengan lembaga-lembaga yang ada di desa dan kelurahan  agar tercipta  kerjasama yang baik antara Forkopimda, OPD, Kecamatan dan unsur Pemerintahan di desa dengan kelembagaan desa yang ada dalam mendukung program me’daseng akan sangat penting dan merupakan prasyarat dalam mengelolah pemerintahan dan pelayanan di desa yang semakin baik,” tutup Huntoyungo. (Ant)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar