Merebaknya Wabah DBD Tidak Lepas Dari Masalah Kebersihan Lingkungan, Lily Rezkiah : Masyarakat Wajib Tahu

KBRN, Tahuna : Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat melalukan langkah pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan kampung ditempuh semata-mata menggerakan peran masyarakat dalam mengendalikan kebersihan lingkungan di masing-masing wilayah.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe Dra. Lily Rezkiah  M.Si, Apt ketika diwawancarai Media ini Kamis, (28/1/2022) terkait penanganan masalah DBD.

Ia menjelaskan, peningkatan angka kasus DBD di awal tahun 2022 ini, tidak lepas dari masalah kebersihan lingkungan yang memberikan ruang bagi nyamuk DBD untuk berkembang biak, apalagi dalam beberapa bulan terakhir curah hujan di sangihe cukup meningkat.

"Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai meningkat saat pertengahan musim hujan, hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya tempat-tempat perkembangan biakan nyamuk karena meningkatnya curah hujan. Tidak heran jika hampir setiap tahunnya, wabah DBD digolongkan dalam kejadian Luar Biasa (KLB),"ujarnya.

Untuk saat ini, angka kasus DBD di Sangihe sudah mencapai 17 kasus, dimana 1 diantaranya meninggal dunia.

Dengan demikian, selaku Instansi teknis melakukan kordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa agar menghimbau masyarakat untuk dapat melakukan berbagai upaya untuk mencegah merebaknya wabah DBD diantaran melalui 3 M Plus yaitu :

1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampung air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut.

2. Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, drum dan lain-lain.

3. Mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Yang dimaksudkan dengan Plus-nya adalah dalam bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut :

Menggunakan obat anti nyamuk, Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, Gotong royong membersihkan lingkungan, Periksa tempat-tempat penampungan air, Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup, Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar serta Menanam tanaman pengusir nyamuk,".(AM)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar