Pasandaran : RSUD Liun Kendage Tahuna Tangani 22 Pasien DBD.

KBRN, Tahuna    :    Rumah Sakit Umum Daerah Liunkendage Tahuna rawat 22 pasien Demam Berdarah/DBD.

22 pasien demam berdarah yang dirawat di RSUD Liunkendage Tahuna terdiri dari 15 pasien anak-anak dan 7 orang dewasa.    Direktur RSUD Liunkendage Tahuna dr Handry Pasandaran ME dikonfirmasi membenarkan hingga kamis 27 Januari 2022 tercatat ada 22 pasien DBD.      Dijelaskan dr. Handry Pasandaran peran rumah sakit dalam fungsi pengobatan memberikan pengobatan sesuai standar yang berlaku.

“Kalau kesehatan itu ada promotif, kuratif dan rehabilitasi, fungsi rumah sakit dikuratif dipengobatan kita berupaya memberikan pengobatan sesuai dengan standrat yang berlaku seusuai pedoman dan SOP yang terkini. Kebutuhan bahan obat dan bahan habis pakai yang dibutuhkan pasien DBD tersedia. Hanya saja satu dua kondisi tertentu karena keterlambatan penanganan datang ke rumah sakit kondisi pasien yang sangat kritis itu hal-hal yang mempengaruhi hasil pengobatan, tapi dari sisi rumah sakit fasilitas sarana prasarana bahan medis habis pakai, obat-obatan dan tenaga media tetap siap. “kata Dirut RSUD Liunkendage Tahuna dr Handry Pasandaran ME.

Dr Handry Pasandaran menegaskan, cara yang paling ampuh dan sangat murah mencegah demam berdarah melalui gerakan 3M plus.

“Menutup tempat penampungan air, mengubur kaleng bekas, tempat sampah yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedesagepty, kalau boleh jaga kondisi paling tidak di rumah masing-masing dilingkungan sekitar sambil bekerjasama dengan Tokoh Agama dan Pemerintah setempat. “jelas dr Handry Pasandaran.  

Menurut dr Handry Pasandaran kunci utama mencegah demam berdarah adalah  membersihkan tempat berlindung nyamuk aedesagepty kalau tempat berkembangbiak nyamuk sudah kita atasi pada fase ini selasai dan disini peran penting masyarakat.     (ALX) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar