Dinas Pertanian Sangihe Pacu Vaksinasi Rabies

KBRN, Tahuna : Peristiwa meledaknya MCB dan bola lampu puluhan rumah warga di RT 5 Kelurahan Soataloara 1 Kecamatan Tahuna  pada beberapa waktu lalu, menyisahkan trauma bagi masyarakat setempat.

Diketahui, kejadian tersebut dipicu oleh kelebihan daya listrik akibat kesalahan teknis dari pihak PLN, khususnya oleh pekerja PT Valron Teknik Instalindo selaku pihak ketiga (Teknisi Vendor PLN) di Sangihe.

"Jujur sampai sekarang saya bersama anak-anak sangat trauma dengan kejadian itu. Apalagi disaat terjadi pemadaman aliran listrik. Sekarang kami sangat berhati-hati untuk menyalakan lampu listrik karena peristiwa tersebut,"ujar Elfira Abast pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sangihe bersama PT Valron Senin, (18/10/2021).

Sementara, Aspirator Ronny Serang mendesak pihak PT Valron bertanggung jawab penuh, dan bukan hanya terkosentrasi pada ganti rugi kerusakan bola lampu maupun alat elektronik.

"Persoalan yang menimpa warga lorong kampis, tidak sesederhana pihak vendor untuk mengganti kerusakan bola lampu, tidak sesederhana mengganti kerusakan barang elektronik, tetapi ada hal yang lebih besar yang dampaknya di masyarakat terutama ibu-ibu dan anak-anak yang dilokasi itu. Karena dengan kejadian itu, sekarang mereka was-was karena mengalami trauma. Nah ini harus diselesaikan,"tegasnya.

Intinya, pihak vendor harus bertanggungjawab dan melakukan pemulihan trauma yang dialami warga dilokasi kejadian.

Menyikapi hal itu, Staf Admistrasi PT Valron Teknik Instalindo di Sangihe Nababan mengatakan, segera mengkomunikasikan kepada pimpinan Perusahaan agar dapat mendatangkan Psikologi untuk memulihkan trauma masyarakat khususnya korban dari insiden dimaksud.(AM)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00