Sangihe Marak Perampasan Jenazah Positif Antigen

KBRN, Tahuna :  Maraknya perampasan Jenazah Covid 19 akhir-akhir ini di Kabupaten Kepulauan Sangihe dikhawatirkan akan berdampak pada peningkatan angka kasus Covid 19.  Pasalnya Pasien maupun Jenazah yang dinyatakan positif swab antigen keakuratannya sudah diatas 50 persen sehingga dibutuhkan pemahaman masyarakat terutama keluarga pasien agar tidak membawa pulang paksa pasien maupun jenazah. Namun kenyataannya hingga kini satgas kabupaten maupun kecamatan tidak bisa berbuat banyak ketika masyarakat nekat melakukan perampasan.

Terkait hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Daerah Sangihe Ir Porkius Parera dikonfirmasi membenarkan, sudah beberapa kali pasien maupun jenazah dibawa paksa oleh pihak keluarga. Ini dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mengedukasi masyarakat. 

" Kami sudah ada tim disana (RSD Liun Kendage) seluruhnya 15 personil  gabungan Satpol PP, TNI dan polri. Tentunya kami sangat menjunjung tinggi ketegasan tapi tetap humanis, disini edukasi bagi masyarakat harus sedini mungkin agar lebih memahami seperti apa prosedurnya dan ini tanggung jawab kita bersama agar tidak ada lagi Masyarakat yang membawa pulang paksa pasien ataupun jenazah" Tegas Parera

Sejauh ini pihaknya bersama TNI Polri  rutin melaksanakan Patroli dan penegakan melalui operasi yustisi serta pembentukan pos piket terpadu di RSD Liun Kendage. namun  semuanya tergantung kepatuhan dan kerja sama masyarakat.

Direktur RSD Liun Kendage dr Handry Pasandaran saat dikonfirmasi juga membenarkan beberapa jenazah positif antigen dibawa pulang paksa oleh keluarga.

"Jadi semua peran dan fungsi masing - masing elemen dievaluasi bersama. Kemudian secara bersama-sama kita perbaiki apa yang kurang, supaya kejadian yang sama tidak berulang" Jelas Pasandaran

Mencermati maraknya perampasan Jenazah positif antigen  Ketua Forum Wartawan Sangihe Verry Bawoleh angkat bicara. Menurutnya dibutuhkan ketegasan dan keseriusan gugus tugas dilapangan.  Dirinya juga mendesak perda Covid 19 agar segera dipercepat pembahasannya. 

" Disini kami melihat dilapangan sudah ada ketidakpercayaan masyarakat terhadap virus ini dan kinerja satgas, sehingga semua harus bekerja ekstra dari satpol, TNI juga Polri, kalau perlu buktikan dengan proses hukum supaya ada efek jera" tutup Bawoleh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00